Ratusan Santri Sukorejo Batal Berangkat, Program Balik Pesantren 2026 Dipertanyakan

- Editorial Team

Selasa, 31 Maret 2026 - 05:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, Timeskota.com – Polemik mencuat dalam pelaksanaan program “Balik Pesantren 2026” yang digagas Pemerintah Kabupaten Sumenep. Program yang sebelumnya diklaim gratis 100 persen bagi santri, kini menuai sorotan setelah ratusan peserta dilaporkan gagal berangkat.

Ratusan santri tujuan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, batal diberangkatkan dalam pelayaran KMP Dharma Kartika rute Raas–Jangkar pada Senin (30/3) pagi. Dugaan penyebabnya adalah kuota yang seharusnya diperuntukkan bagi santri justru terisi oleh penumpang umum.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, daftar penumpang umum sudah lebih dulu memenuhi kapal sejak malam sebelumnya. Akibatnya, santri yang telah terdaftar dalam program tersebut tidak mendapatkan tempat.

Baca Juga:  Anggaran Sistem Informasi Desa / SID Desa Meddelan 2024 Dinilai Besar , Kades Diminta Terbuka

Seorang wali santri mengungkapkan kekecewaannya terhadap kejadian ini. Menurutnya, program yang telah disetujui pemerintah daerah seharusnya tidak mengalami praktik yang terkesan dikomersialisasi.

“Santri sudah dijanjikan berangkat gratis, tapi kenapa justru tiketnya dipakai untuk umum,” ujarnya.

Kepala Disperkimhub Sumenep mengakui adanya persoalan di lapangan, namun menyebut hal itu sebagai miskomunikasi. Ia menjelaskan bahwa sebagian santri datang terlambat sehingga sisa kuota dibuka untuk masyarakat umum.

Sementara itu, pihak pengelola kapal menyebut adanya ketidaksesuaian data jumlah santri dengan kapasitas kapal, khususnya terkait alat keselamatan. Jumlah santri yang hadir disebut melebihi batas yang diizinkan, sehingga tidak seluruhnya bisa diakomodasi.

Baca Juga:  Pencuri Bobol Kantor LBH HBB di Menteng VII, Empat AC dan Pipa Tembaga Raib

Di sisi lain, beberapa santri yang sempat naik ke kapal dikabarkan tidak mendapatkan tempat duduk dan harus berdiri. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan, hingga akhirnya diputuskan untuk menurunkan kembali seluruh santri.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan serius terkait tata kelola program Balik Pesantren 2026. Sebagai program resmi yang melibatkan data peserta, seharusnya terdapat sinkronisasi yang jelas antara jumlah kuota, daftar nama santri, serta kesiapan armada transportasi.

Ketidaksesuaian yang terjadi menunjukkan adanya kelemahan dalam koordinasi antar pihak, baik panitia, pemerintah daerah, maupun operator transportasi. Hal ini berpotensi menimbulkan kerugian, tidak hanya secara materiil, tetapi juga secara psikologis bagi para santri dan wali mereka.

Baca Juga:  Dukung Swasembada Pangan 2026, Kapolres Sumenep Tanam Jagung Bersama Bhayangkari

Selain itu, transparansi dalam pengelolaan kuota menjadi sorotan utama. Jika benar terdapat pengalihan kuota kepada penumpang umum, maka perlu dilakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan tidak adanya penyalahgunaan kewenangan.

Program yang sejatinya bertujuan membantu santri kembali ke pesantren pasca libur Lebaran ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi menyeluruh. Pemerintah daerah diminta untuk memperbaiki sistem pendataan, memperkuat koordinasi lapangan, serta memastikan bahwa hak santri sebagai penerima manfaat benar-benar terpenuhi.

Tanpa perbaikan yang konkret, program yang awalnya membawa harapan justru berisiko menurunkan kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala SMPN 4 Sumenep Apresiasi Eco Rangers atas Bantuan Tempat Sampah, Dorong Kepedulian Lingkungan Sekolah
Serah Terima Jabatan Kepala SMPN 4 Sumenep, Harapan Baru untuk Kemajuan Pendidikan
Perkara 1 Ekor Ayam, Dugaan Intervensi Oknum Kades dalam Penanganan Perkara di Polsek Ambunten Disorot
Ironi Bantuan Air Sumenep: Daratan Disiram Bantuan, Kepulauan Sapeken Kekeringan Parah
Polresta Sumenep Tangkap Tersangka Penipuan Rp200 Juta yang Sempat Buron
Tragis! Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka
Sataretanan Sumenep Berdaya Bangun Kebersamaan Lewat Silaturahmi dan Maulid Nabi Muhammad SAW
AWDI Sumenep Pertanyakan Urgensi Penerapan E-Voting di Pilkades 2027

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Kepala SMPN 4 Sumenep Apresiasi Eco Rangers atas Bantuan Tempat Sampah, Dorong Kepedulian Lingkungan Sekolah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Serah Terima Jabatan Kepala SMPN 4 Sumenep, Harapan Baru untuk Kemajuan Pendidikan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Perkara 1 Ekor Ayam, Dugaan Intervensi Oknum Kades dalam Penanganan Perkara di Polsek Ambunten Disorot

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Ironi Bantuan Air Sumenep: Daratan Disiram Bantuan, Kepulauan Sapeken Kekeringan Parah

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Polresta Sumenep Tangkap Tersangka Penipuan Rp200 Juta yang Sempat Buron

Berita Terbaru