Serapan Anggaran Melambat, Disparitas Membesar

- Editorial Team

Sabtu, 18 April 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Inyoman Sudirman

Timeskota.com Anggaran daerah yang tidak terserap bukan sekadar persoalan administratif rutin, melainkan potret kegagalan prioritas, terlebih di kabupaten kepulauan seperti Sumenep.

Di satu sisi, ratusan miliar rupiah dana APBD mengendap tanpa arah yang jelas, sementara di sisi lain masyarakat di wilayah terpencil seperti Sapeken masih bergulat dengan keterbatasan listrik alternatif, infrastruktur dasar yang rapuh, serta layanan kesehatan dan pendidikan yang jauh dari kata layak. Kontras ini bukan hanya mencolok, tetapi juga menyakitkan.

Dalih klasik pemerintah daerah yang terus mengulang soal hambatan struktural, administratif, dan regulatif semakin terdengar seperti pembenaran yang kehilangan daya gugah. Publik berhak bertanya lebih jauh, jika semua kendala sudah diidentifikasi, lalu apa yang dikerjakan oleh para pengambil kebijakan dan tim teknis di lingkungan Pemkab Sumenep?

Baca Juga:  Tiga Dosa Kepala OPD Sumenep dalam Pengentasan Kemiskinan

Kinerja birokrasi seharusnya diuji pada kemampuan mengurai masalah, bukan sekadar merawat alasan.

Peringatan dari Menteri Keuangan, Purbaya, soal lambatnya penyerapan anggaran seharusnya menjadi alarm keras. Ia menekankan pentingnya pematangan seluruh tahapan, dari perencanaan hingga juklak dan juknis.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa peringatan itu belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi langkah konkret. Perencanaan yang lemah dan eksekusi yang lamban terus berulang dari tahun ke tahun.

Data tahun 2025 mempertegas persoalan tersebut. Hingga Desember, tercatat Rp 612,16 miliar anggaran tidak terserap di Kabupaten Sumenep. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan simbol dari peluang yang terbuang.

Baca Juga:  Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi

Di balik besarnya dana yang menganggur, disparitas antara wilayah daratan dan kepulauan tetap menjadi luka lama yang tak kunjung sembuh. Warga kepulauan terus menyuarakan ketimpangan pembangunan yang terasa nyata, sementara pemerintah masih berkutat dengan narasi keterbatasan anggaran.

Padahal, harapan masyarakat sangat jelas dan rasional. Sisa anggaran yang tidak terserap seharusnya tidak dibiarkan kembali ke kas negara tanpa manfaat, apalagi sekadar mengendap tanpa arah. Pemerintah daerah dituntut memiliki keberanian untuk melakukan reorientasi kebijakan, memindahkan alokasi dana ke program yang lebih mendesak dan berdampak langsung.

Baca Juga:  The Time Is Running Out! Think About These 10 Ways To Change Your Collection

Penyediaan listrik alternatif, perbaikan infrastruktur jalan dan pelabuhan, bantuan sosial, serta peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

Bagi masyarakat, uang negara adalah representasi dari hak mereka. Setiap rupiah yang tidak terserap berarti ada kebutuhan yang tertunda, ada hak yang belum terpenuhi.

Karena itu, tuntutan publik sesungguhnya sederhana namun mendasar, kelola anggaran dengan akuntabel, gunakan tepat waktu, dan pastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan, terutama di wilayah kepulauan yang selama ini kerap terpinggirkan. (*)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Surat AI Pada Presiden Dan Menhan
Tiga Dosa Kepala OPD Sumenep dalam Pengentasan Kemiskinan
TEMPO BERJUDI DI MADURA
MBG berulang kali bermasalah, kesalahan di dapur atau kegagalan di sistem
Kalau NU Terpuruk Gara-Gara Alumni HMI, Berarti Kaderisasi PMII Tak Pernah Berhasil?
Merdeka di Tiang Bendera
Merdeka di Bendera; Kemerdekaan yang Dirayakan, Keadilan yang Dipertanyakan
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Surat AI Pada Presiden Dan Menhan

Minggu, 13 September 2026 - 18:34 WIB

Tiga Dosa Kepala OPD Sumenep dalam Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 12 September 2026 - 18:02 WIB

TEMPO BERJUDI DI MADURA

Sabtu, 12 September 2026 - 11:40 WIB

MBG berulang kali bermasalah, kesalahan di dapur atau kegagalan di sistem

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:35 WIB

Kalau NU Terpuruk Gara-Gara Alumni HMI, Berarti Kaderisasi PMII Tak Pernah Berhasil?

Berita Terbaru