Uang Rakyat Rp2,57 Miliar, Jalan Batuan–Matanair Baru Dibangun Sudah Retak: Diduga Dikerjakan Asal-asalan

- Editorial Team

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beton proyek Jalan Batuan–Matanair tampak retak dan pecah meski pekerjaan masih berlangsung

Beton proyek Jalan Batuan–Matanair tampak retak dan pecah meski pekerjaan masih berlangsung

SUMENEP | timeskota.com – Pelaksanaan proyek rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, mendapat sorotan setelah kondisi sejumlah bagian konstruksi di lokasi pekerjaan disebut mengalami keretakan dan kerusakan meski proyek masih dalam tahap pengerjaan. Proyek yang menelan anggaran Rp2.571.669.000 dari APBD Tahun Anggaran 2026 tersebut pun dipertanyakan kualitas pelaksanaannya.

Pantauan di lokasi menunjukkan adanya keretakan di sejumlah titik. Beberapa bagian pasangan beton juga tampak pecah dan mengalami kerusakan pada bagian ujung. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan, terutama karena proses rekonstruksi jalan tersebut masih berlangsung.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Paket Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair (No. 31/DAK). Proyek berlokasi di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, dan dilaksanakan oleh CV Gudang Satu dengan nilai kontrak sekitar Rp2,57 miliar.

Baca Juga:  RSUDMA Sumenep Perluas Layanan Urologi, Kini Bisa Diakses Peserta BPJS

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Ketua AWDI DPC Sumenep, Rakib. Ia meminta agar proyek yang menggunakan anggaran miliaran rupiah tersebut benar-benar dikerjakan dengan mengutamakan kualitas dan mengikuti ketentuan teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak.

“Kalau baru dikerjakan sudah terlihat pecah dan hasilnya seperti ini, wajar kami mempertanyakan mutu pekerjaannya,” ujar Rakib, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, evaluasi tidak hanya perlu dilakukan terhadap kondisi fisik beton, tetapi juga terhadap ketebalan konstruksi, mutu material, volume pekerjaan, serta metode pelaksanaan di lapangan. Seluruh pekerjaan, kata dia, harus dipastikan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak.

Baca Juga:  Wali Siswa Geram, Menu MBG Disorot Tajam: Dapur Pordapor Jadi Sorotan, Pihak Terkait Bungkam

“Jangan sampai proyek yang dibiayai dari pajak rakyat dijadikan bancakan oleh oknum kontraktor,” tegasnya.

Rakib juga mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Sumenep turun langsung melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pekerjaan tersebut. Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan setiap tahapan pembangunan telah memenuhi standar mutu dan ketentuan kontrak.

“Apabila nantinya ditemukan ketidaksesuaian spesifikasi maupun pengurangan mutu pekerjaan, saya meminta kontraktor bertanggung jawab sesuai ketentuan kontrak yang berlaku,” pungkasnya.

Jalan Batuan–Matanair diketahui menjadi salah satu dari enam paket prioritas pembangunan jalan Kabupaten Sumenep Tahun Anggaran 2026. Proyek tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Kecamatan Rubaru. Karena menggunakan anggaran publik, pelaksanaannya diharapkan tidak hanya mengejar target penyelesaian, tetapi juga menjamin kualitas konstruksi dan ketahanan jalan.

Baca Juga:  Believing These 8 Myths About Buzz Keeps You From Growing

Hingga berita ini diterbitkan,timeskota.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak pelaksana proyek maupun DPUTR Kabupaten Sumenep terkait kondisi pekerjaan tersebut. Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Sumenep, Salamet Supriyadi, juga belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang telah disampaikan awak media. Dengan demikian, dugaan ketidaksesuaian spesifikasi dalam proyek tersebut masih menunggu penjelasan dan hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala SMPN 4 Sumenep Apresiasi Eco Rangers atas Bantuan Tempat Sampah, Dorong Kepedulian Lingkungan Sekolah
Serah Terima Jabatan Kepala SMPN 4 Sumenep, Harapan Baru untuk Kemajuan Pendidikan
Perkara 1 Ekor Ayam, Dugaan Intervensi Oknum Kades dalam Penanganan Perkara di Polsek Ambunten Disorot
Ironi Bantuan Air Sumenep: Daratan Disiram Bantuan, Kepulauan Sapeken Kekeringan Parah
Polresta Sumenep Tangkap Tersangka Penipuan Rp200 Juta yang Sempat Buron
Tragis! Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka
Sataretanan Sumenep Berdaya Bangun Kebersamaan Lewat Silaturahmi dan Maulid Nabi Muhammad SAW
AWDI Sumenep Pertanyakan Urgensi Penerapan E-Voting di Pilkades 2027

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Kepala SMPN 4 Sumenep Apresiasi Eco Rangers atas Bantuan Tempat Sampah, Dorong Kepedulian Lingkungan Sekolah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Serah Terima Jabatan Kepala SMPN 4 Sumenep, Harapan Baru untuk Kemajuan Pendidikan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Perkara 1 Ekor Ayam, Dugaan Intervensi Oknum Kades dalam Penanganan Perkara di Polsek Ambunten Disorot

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Ironi Bantuan Air Sumenep: Daratan Disiram Bantuan, Kepulauan Sapeken Kekeringan Parah

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Polresta Sumenep Tangkap Tersangka Penipuan Rp200 Juta yang Sempat Buron

Berita Terbaru