Sumenep – timeskota.com Masuknya Desa Duko, Kecamatan Rubaru, dalam daftar terbaru yang dirilis Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep terus menuai perhatian. Berbagai pihak mendorong adanya langkah konkret untuk mencegah meluasnya peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Salah satu tokoh masyarakat Duko menyampaikan keprihatinannya dan meminta pemerintah desa serta aparat penegak hukum segera bertindak.
“Kami sangat prihatin dengan masuknya Desa Duko dalam daftar terbaru BNN Sumenep. Ini bukan sekadar data, tapi sinyal bahaya bagi masa depan generasi muda di kampung kami. Jangan sampai ini dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.
Ia juga mendesak Kepala Desa Duko agar segera mengambil langkah strategis dengan menggandeng tokoh agama, pemuda, serta elemen masyarakat lainnya untuk memperkuat pengawasan dan edukasi.
“Kami mendesak Kepala Desa Duko agar segera bersikap, melakukan sosialisasi bahaya narkoba, dan menggandeng semua elemen masyarakat. Ini tanggung jawab bersama, tapi pemerintah desa harus menjadi garda terdepan,” lanjutnya.
Selain itu, aparat penegak hukum diminta bertindak tegas terhadap segala bentuk peredaran narkoba tanpa kompromi.
“Kami berharap aparat benar-benar hadir dan bertindak tegas. Siapapun yang terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Jangan ada pembiaran,” pungkasnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Duko, Munif M.pd.i menyatakan bahwa pemerintah desa siap mengambil langkah dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna menekan potensi penyalahgunaan narkoba.
“Kami akan segera melakukan langkah-langkah konkret, termasuk mengadakan sosialisasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti BNN dan kepolisian. Ini menjadi perhatian serius kami,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar terbebas dari pengaruh narkoba.
“Peran masyarakat sangat penting. Kami berharap semua pihak ikut berpartisipasi aktif dalam pengawasan dan pencegahan, demi menjaga generasi muda Desa Duko,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Rubaru dari Kepolisian Sektor Rubaru turut memberikan tanggapan atas informasi tersebut.
“Waalaikumsalam mas, trims infonya. Langkahnya bersama instansi yang lain terutama Pemdes akan memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba di lingkungan masyarakat Rubaru, khususnya desa-desa,” ujarnya.
Dengan adanya komitmen dari pemerintah desa, aparat kepolisian, serta dorongan dari masyarakat, diharapkan Desa Duko dapat segera bangkit dan terbebas dari ancaman peredaran narkoba.











