Menu

Mode Gelap

Berita · 23 Feb 2026 WIB ·

Distribusi Air PDAM ke Pinggirpapas Dipertanyakan, Dugaan Kualitas Tak Sesuai Standar Kesehatan Mencuat


 Distribusi Air PDAM ke Pinggirpapas Dipertanyakan, Dugaan Kualitas Tak Sesuai Standar Kesehatan Mencuat Perbesar

KALIANGET – Polemik layanan air bersih ke Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, kembali mencuat ke ruang publik. Setelah sebelumnya distribusi air oleh PDAM disebut sempat tidak optimal, kini muncul sorotan baru terkait dugaan kualitas air yang disalurkan belum memenuhi standar pengolahan dan kelayakan konsumsi.

Advokat senior, Nurul Hidayatullah, SH, menyampaikan kritik tajam terhadap tata kelola pengolahan air bersih tersebut. Menurutnya, dalam standar pengolahan air, PDAM wajib melakukan proses penjernihan dan desinfeksi menggunakan bahan seperti tawas untuk pengendapan kotoran serta kaporit (klorin) dan garam guna membunuh kuman serta bakteri.

“Kalau air dibiarkan mengalir tanpa proses pengolahan yang benar, risikonya sangat serius. Bukan hanya keruh, tapi bisa saja mengandung bakteri bahkan cacing. Ini menyangkut kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Ia bahkan melontarkan komentar yang lebih keras. Menurut Irul—sapaan akrabnya—jika benar pengolahan air tidak dilakukan sesuai standar, maka hal tersebut bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan bentuk pengabaian terhadap hak dasar masyarakat.

“Jangan main-main dengan air minum rakyat. Ini bukan sekadar soal administrasi atau laporan di atas meja. Kalau standar pengolahan diabaikan, itu sama saja mempertaruhkan kesehatan warga. Direksi harus bertanggung jawab, jangan hanya diam saat masyarakat resah,” ujarnya dengan nada tegas.

Pernyataan tersebut sontak menjadi perhatian publik. Pasalnya, air bersih merupakan kebutuhan vital sehari-hari, mulai dari konsumsi, memasak, hingga sanitasi. Jika benar tidak melalui proses desinfeksi sesuai standar, maka potensi gangguan kesehatan warga menjadi ancaman nyata.

Nurul menegaskan, PDAM sebagai penyedia layanan publik tidak boleh abai terhadap standar teknis dan kesehatan. Ia mendorong adanya uji laboratorium terbuka terhadap kualitas air yang disalurkan ke Pinggirpapas agar masyarakat mendapat kepastian.

“Jangan sampai masyarakat hanya menerima tanpa tahu kualitasnya. Harus ada transparansi hasil uji kualitas air. Kalau ada kelalaian, itu wajib dievaluasi. Bila perlu, audit menyeluruh dilakukan agar persoalan ini terang-benderang,” ujarnya.

Sorotan juga mengarah kepada jajaran pimpinan PDAM, termasuk Direktur yang bertanggung jawab atas operasional dan mutu pelayanan. Publik kini menunggu klarifikasi resmi terkait prosedur pengolahan air yang diterapkan, serta langkah konkret untuk memastikan air yang disalurkan benar-benar layak dan aman digunakan.

Warga berharap persoalan ini tidak berhenti pada polemik, melainkan ditindaklanjuti dengan pembenahan serius.Sebab bagi masyarakat Pinggirpapas, air bersih bukan sekadar layanan, melainkan kebutuhan mendasar yang menyangkut keselamatan dan kesehatan keluarga

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Rayon Pencerahan Galileo Studi Banding dengan Rayon Ibnu Sina, Perkuat Kaderisasi dan Sinergi

1 Mei 2026 - 11:35 WIB

Kapolsek Na IX-X Ajak Tokoh Masyarakat Jaga Kondusivitas May Day 2026

30 April 2026 - 20:12 WIB

Rikkes 2026 Digelar, Polres Sumenep Pastikan Personel Tetap Prima dan Siap Bertugas

30 April 2026 - 11:18 WIB

Rayon _Pencerahan_ Galileo Gelar Rapat Koordinasi PKD pertama, Fokus Cetak Kader Saintis-Aktivis

29 April 2026 - 21:38 WIB

Desa Duko Masuk Daftar BNN, Tokoh Masyarakat Desak Langkah Nyata

29 April 2026 - 20:58 WIB

Mubes IAA Malang Raya Sukses, Nahkodai Kepemimpinan Baru dan Pererat Solidaritas

27 April 2026 - 20:20 WIB

Trending di Berita