Menu

Mode Gelap

Berita · 27 Jan 2026 WIB ·

Krisis Pita Cukai Landa APHT Guluk-Guluk: 11 Pabrik Rokok Tersendat, Buruh Terancam Dirumahkan


 Krisis Pita Cukai Landa APHT Guluk-Guluk: 11 Pabrik Rokok Tersendat, Buruh Terancam Dirumahkan Perbesar

SUMENEP | timeskota.com – Kawasan Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, tengah berada dalam tekanan serius. Sebanyak 11 perusahaan rokok yang beroperasi di kawasan tersebut dilaporkan mengalami hambatan produksi dan distribusi akibat belum tersedianya pita cukai serta kendala bahan baku Tembakau Siap Giling (TSG). Kondisi ini membuat hasil produksi menumpuk di gudang dan memaksa sebagian perusahaan mengambil langkah penyesuaian dengan merumahkan sementara tenaga kerja pelinting.

Kendala utama yang dihadapi perusahaan rokok di kawasan APHT adalah belum tersedianya pita cukai yang menjadi syarat wajib peredaran rokok di pasaran. Meski aktivitas produksi di dalam pabrik masih berjalan, hasil produksi belum dapat didistribusikan ke distributor maupun penjual eceran karena belum dilekati pita cukai resmi.

Akibatnya, stok rokok hasil produksi terpaksa tertahan di gudang pabrik. Kondisi ini tidak hanya menghambat arus distribusi, tetapi juga memukul arus kas perusahaan karena produk yang telah diproduksi belum dapat menghasilkan pemasukan.

Sejumlah pimpinan perusahaan rokok di kawasan APHT Guluk-Guluk membenarkan situasi tersebut. Salah satu Direktur Perusahaan Rokok (PR) yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa proses produksi masih berjalan, namun distribusi sepenuhnya tersendat.

“Produksi masih berjalan seperti biasa. Tapi hasil produksi belum bisa keluar pabrik karena pita cukai belum tersedia, sehingga stok menumpuk di gudang,” ujarnya kepada Kliktimes, Selasa (27/1/2026).

Ia menjelaskan, pita cukai sebenarnya telah dipesan sejak jauh hari. Namun hingga kini, ketersediaannya belum juga terealisasi di Bea Cukai, sehingga rokok yang telah diproduksi belum dapat dilekati pita cukai dan dilarang beredar.

“Pita cukai yang kami pesan sampai sekarang belum tersedia. Jadi rokok yang sudah diproduksi belum bisa ditempeli pita cukai karena di Bea Cukai juga belum ada,” jelasnya.

Selain persoalan pita cukai, hambatan produksi juga terjadi pada sektor bahan baku, khususnya Tembakau Siap Giling (TSG). Menurutnya, proses peracikan TSG sempat mengalami gangguan, salah satunya dipengaruhi oleh faktor cuaca dalam beberapa waktu terakhir.

“Kendala juga ada di bahan baku, terutama TSG yang masih dalam proses peracikan. Beberapa hari kemarin sempat terkendala, termasuk karena faktor cuaca,” ungkapnya.

Situasi tersebut memaksa perusahaan mengambil langkah penyesuaian operasional guna menekan potensi kerugian yang lebih besar. Salah satu langkah yang ditempuh adalah merumahkan sementara sebagian karyawan pelinting sembari menunggu kejelasan pasokan pita cukai dan normalnya rantai produksi.

“Ini bukan penghentian kerja permanen. Hanya dirumahkan sementara sampai persoalan pita cukai ini bisa segera teratasi,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu karyawan industri rokok di kawasan APHT, Alfiatun, berharap pemerintah, khususnya Bea Cukai, segera memberikan kepastian terkait ketersediaan pita cukai. Ia menilai, jika persoalan ini dibiarkan berlarut-larut, dampaknya akan dirasakan langsung oleh para pekerja.

“Kami berharap ada kejelasan secepatnya dari pemerintah, terutama Bea Cukai. Kalau pita cukai terus tidak tersedia, otomatis produksi dan distribusi terhambat, dan itu berpengaruh pada nasib para pekerja,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa industri rokok di kawasan APHT Guluk-Guluk bukan hanya menyangkut kepentingan perusahaan, melainkan juga menjadi tumpuan ekonomi masyarakat sekitar.

“Industri rokok di sini menjadi sandaran hidup banyak keluarga. Kalau kondisi ini dibiarkan terlalu lama, dampaknya bukan hanya ke karyawan, tapi juga ke perputaran ekonomi warga Guluk-Guluk dan sekitarnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Madura melalui Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Madura, Andru Riedwan Permadi, saat dikonfirmasi melalui panggilan WhatsApp pada Selasa (27/1/2026) pukul 09.48 WIB, belum memberikan respons hingga berita ini diterbitkan.

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kapolsek Na IX-X Ajak Tokoh Masyarakat Jaga Kondusivitas May Day 2026

30 April 2026 - 20:12 WIB

Rikkes 2026 Digelar, Polres Sumenep Pastikan Personel Tetap Prima dan Siap Bertugas

30 April 2026 - 11:18 WIB

Rayon _Pencerahan_ Galileo Gelar Rapat Koordinasi PKD pertama, Fokus Cetak Kader Saintis-Aktivis

29 April 2026 - 21:38 WIB

Desa Duko Masuk Daftar BNN, Tokoh Masyarakat Desak Langkah Nyata

29 April 2026 - 20:58 WIB

Mubes IAA Malang Raya Sukses, Nahkodai Kepemimpinan Baru dan Pererat Solidaritas

27 April 2026 - 20:20 WIB

Warga Bluto Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur, Polres Sumenep Lakukan Penanganan

27 April 2026 - 16:37 WIB

Trending di Berita