Pemprov NTB Jadikan Sumenep Referensi Pengembangan Tata Kelola Pemerintahan

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP | timeskota.com – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menghadirkan berbagai inovasi tata kelola pemerintahan kembali mendapat pengakuan dari daerah lain. Kali ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadikan Sumenep sebagai lokasi studi dan pembelajaran melalui kunjungan kerja yang berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep (PASA), Rumah Dinas Bupati, Selasa (30/6/2026). Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antardaerah sekaligus mempelajari sejumlah inovasi yang dinilai berhasil meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.

Rombongan Pemerintah Provinsi NTB yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair AK, disambut langsung Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, dengan semangat membangun kolaborasi antardaerah guna mewujudkan pemerintahan yang semakin inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Bupati Sumenep Dr. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH mengatakan, kunjungan kerja antarpemerintah daerah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring kerja sama sekaligus berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan pembangunan yang terus berkembang.

“Kolaborasi dan komunikasi antardaerah menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Dari forum seperti inilah lahir pertukaran pengalaman, inovasi, serta praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik, potensi, dan tantangan yang berbeda. Perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan untuk saling melengkapi melalui pertukaran gagasan dan inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

“Kami berharap kunjungan ini tidak berhenti pada silaturahmi semata, tetapi menjadi awal lahirnya kolaborasi yang lebih luas. Semakin banyak daerah saling berbagi pengalaman, maka semakin besar peluang menghadirkan tata kelola pemerintahan yang profesional, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Bupati menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sumenep terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai daerah sebagai bagian dari komitmen membangun pemerintahan yang terbuka terhadap inovasi. Sinergi antardaerah diyakini menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami percaya keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan daerah bekerja sendiri, tetapi juga oleh kemauan untuk belajar, berbagi, dan membangun sinergi. Itulah semangat yang terus kami bangun di Kabupaten Sumenep,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair AK, menyampaikan bahwa kunjungan kerja ke Kabupaten Sumenep dilakukan karena pihaknya melihat banyak inovasi yang layak dijadikan referensi dalam pengembangan tata kelola pemerintahan di Provinsi NTB.

Menurutnya, forum antardaerah seperti ini menjadi media yang efektif untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat kapasitas birokrasi melalui pertukaran pengalaman dan praktik-praktik terbaik yang telah diterapkan masing-masing pemerintah daerah.

“Kami datang ke Sumenep karena ada banyak hal yang ingin kami pelajari. Daerah ini memiliki sejumlah inovasi yang menarik dan dapat menjadi referensi dalam pengembangan pemerintahan di Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ungkapnya.

Salah satu fokus utama yang dipelajari dalam kunjungan tersebut adalah keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sumenep mentransformasikan Badan Perkreditan Rakyat (BPR) menjadi Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS). Langkah strategis itu dinilai mampu memperkuat sektor keuangan daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis syariah.

“Kami juga ingin mempelajari proses peningkatan BPR menjadi BPRS yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran yang sangat berharga dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan sektor perbankan daerah di NTB,” pungkasnya.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi fondasi terjalinnya kerja sama yang lebih erat antara Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Pemerintah Provinsi NTB. Melalui kolaborasi, pertukaran inovasi, serta penguatan jejaring antardaerah, kedua belah pihak optimistis mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin berkualitas serta pelayanan publik yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Tahun Baru Islam, Pawai Lampion Sumenep Tampilkan Kreativitas dan Semangat Hijrah
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Pembangunan Sumenep, Bupati Ajak Masyarakat Berpartisipasi Aktif
Bahasa Madura Resmi Jadi Muatan Lokal Wajib di Sumenep, Pemkab Perkuat Pelestarian Budaya Sejak Dini
Nelayan Hilang di Perairan Sapeken Ditemukan Meninggal, Polsek Pastikan Proses Evakuasi Berjalan Lancar
Bupati Fauzi Rotasi Pejabat, Achmad Dzulkarnain Resmi Pimpin DPMD Sumenep
Sidang PMH di PN Balige: Dua Saksi Tergugat Sampaikan Keterangan Terkait Rumah Sengketa
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Resmi Masuk Program KJSU Nasional, Layanan Kanker hingga Jantung Kian Dekat dengan Masyarakat
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Tegaskan Pelayanan Setara untuk Semua Pasien, Perkuat Transparansi Lewat IPP 24 Jam
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:19 WIB

Pemprov NTB Jadikan Sumenep Referensi Pengembangan Tata Kelola Pemerintahan

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:48 WIB

Semarak Tahun Baru Islam, Pawai Lampion Sumenep Tampilkan Kreativitas dan Semangat Hijrah

Senin, 29 Juni 2026 - 19:36 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Pembangunan Sumenep, Bupati Ajak Masyarakat Berpartisipasi Aktif

Senin, 29 Juni 2026 - 17:35 WIB

Bahasa Madura Resmi Jadi Muatan Lokal Wajib di Sumenep, Pemkab Perkuat Pelestarian Budaya Sejak Dini

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:44 WIB

Nelayan Hilang di Perairan Sapeken Ditemukan Meninggal, Polsek Pastikan Proses Evakuasi Berjalan Lancar

Berita Terbaru