Puskesmas Guluk-Guluk Perkuat Ketahanan Mental Remaja, Sinergikan Program P3LP dan Pencegahan NAPZA di Sekolah

- Redaksi

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – timeskota.comPuskesmas Guluk-Guluk terus memperkuat komitmennya dalam membangun generasi muda yang sehat dan tangguh melalui pelaksanaan Program First Aider Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) yang disinergikan dengan edukasi pencegahan penyalahgunaan NAPZA dan penguatan kesehatan jiwa remaja.

Kegiatan yang menyasar siswa dan guru tingkat SMA, SMK, hingga MTs tersebut berlangsung interaktif di ruang kelas dengan menghadirkan tim Programer Napza dan Programer Kesehatan Jiwa.

Edukasi yang diberikan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mendorong partisipasi aktif siswa dalam memahami pentingnya menjaga kesehatan mental serta menjauhi perilaku berisiko.

Dalam pemaparannya, Programer Napza Puskesmas Guluk-Guluk, Yuliana Fitriyanti, SST, menegaskan bahwa remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.

Baca Juga:  GEGER! Wanita Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Kamar Kos Jalan Rela, Warga Medan Tembung Heboh

“Remaja adalah kelompok yang rentan terhadap pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan NAPZA. Karena itu, penting bagi mereka memiliki ketahanan mental, keberanian berkata tidak, serta lingkungan pertemanan yang sehat.

Melalui program ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan jiwa sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik,” ujar Yuliana.

Ia menambahkan, upaya pencegahan tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi antara sekolah, tenaga kesehatan, serta dukungan keluarga agar remaja memiliki benteng moral dan psikologis yang kuat dalam menghadapi tekanan sosial.

Selain isu penyalahgunaan NAPZA, materi juga menyoroti persoalan perundungan (bullying) yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan. Melalui Program P3LP, siswa dibekali kemampuan dasar untuk menjadi first aider—garda terdepan dalam mendeteksi dan merespons persoalan psikologis di sekolah.

Baca Juga:  Uang Rakyat Rp2,57 Miliar, Jalan Batuan–Matanair Baru Dibangun Sudah Retak: Diduga Dikerjakan Asal-asalan

Kepala Puskesmas Guluk-Guluk, dr. Sari Yuli Yanti, M.Kes, menegaskan bahwa pendekatan integratif antara program kesehatan jiwa dan pencegahan NAPZA merupakan langkah strategis dalam menciptakan sekolah yang aman dan ramah anak.

“Kami mengintegrasikan program kesehatan jiwa dan pencegahan NAPZA karena keduanya saling berkaitan. Remaja yang memiliki mental kuat dan dukungan lingkungan yang baik akan lebih mampu menghindari perilaku menyimpang. Sekolah harus menjadi ruang aman yang membangun karakter, bukan hanya tempat transfer ilmu,” tegas dr. Sari.

Menurutnya, penguatan aspek promotif dan preventif menjadi kunci dalam membangun budaya sekolah yang sehat. Dengan menanamkan empati, solidaritas, serta kepedulian sosial antarwarga sekolah, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang kondusif dan bebas dari kekerasan maupun penyalahgunaan zat berbahaya.

Baca Juga:  Polres Sumenep Perkuat Sinergi Antisipasi Isu BBM dan Lonjakan Harga Sembako

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Diskusi terbuka dan sesi tanya jawab menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan pengalaman serta pandangan mereka terkait tekanan pergaulan, kesehatan mental, dan tantangan remaja masa kini.

Melalui program ini, Puskesmas Guluk-Guluk menegaskan perannya tidak hanya sebagai fasilitas layanan kesehatan, tetapi juga sebagai mitra strategis dunia pendidikan dalam pembinaan karakter dan penguatan ketahanan mental generasi muda.

Ke depan, program serupa akan terus digencarkan sebagai bagian dari komitmen menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing di wilayah Guluk-Guluk dan sekitarnya.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemuda Desa Sendir Turun Tangan, Sejumlah Persoalan Desa Dibongkar di Kecamatan
Tak Mau Lagi Diam, Pemuda Desa Sendir Bawa Sejumlah Persoalan ke Meja Camat Lenteng
Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Angkat Filosofi Keraton dan Pendopo Agung
Wali Siswa Tanggapi Penjelasan SPPG Pordepor, Soroti Dugaan Ketidaksesuaian Menu MBG
Dugaan Ketidaksesuaian Anggaran MBG Pordepor Disorot, Kepala Dapur dan Mitra Diminta Terbuka
Kapolresta Sumenep Sambangi Ponpes Assadad Ambunten, Sinergi Polri dan Ulama Diperkuat
Kapolresta Sumenep Turun Langsung ke Rubaru, Serap Aspirasi 11 Kades dan Tokoh Masyarakat
Jelang Pelantikan, DPW AWDI DKI Jakarta Perkuat Konsolidasi dan Tegaskan Independensi Pers

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 10:56 WIB

Pemuda Desa Sendir Turun Tangan, Sejumlah Persoalan Desa Dibongkar di Kecamatan

Jumat, 4 September 2026 - 10:50 WIB

Tak Mau Lagi Diam, Pemuda Desa Sendir Bawa Sejumlah Persoalan ke Meja Camat Lenteng

Jumat, 4 September 2026 - 09:04 WIB

Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Angkat Filosofi Keraton dan Pendopo Agung

Selasa, 1 September 2026 - 20:40 WIB

Wali Siswa Tanggapi Penjelasan SPPG Pordepor, Soroti Dugaan Ketidaksesuaian Menu MBG

Selasa, 1 September 2026 - 10:17 WIB

Dugaan Ketidaksesuaian Anggaran MBG Pordepor Disorot, Kepala Dapur dan Mitra Diminta Terbuka

Berita Terbaru