SUMENEP – timeskota.com Semangat kepedulian sosial di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh para insan pendidikan di Kabupaten Sumenep. Ikatan Guru Indonesia (IGI) Cabang Sumenep menggelar kegiatan sosial bertajuk “IGI TO IGI: Indahnya BerbaGI”, dengan memberikan santunan kepada anak yatim serta membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat, Senin (9/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Dr. Cipto, tepat di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep itu diawali dengan santunan kepada 30 anak yatim dan piatu pada pukul 15.30 hingga 16.30 WIB.
Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa ketika para guru berkumpul bersama anak-anak yatim dalam momen berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan. Senyum para anak yatim menjadi gambaran nyata makna kepedulian sosial yang dihadirkan oleh para insan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, S.Pd., M.T., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat IGI Sumenep.
Saat sambutan di Acara Santunan Anak yatim
Setelah kegiatan santunan selesai, para pengurus dan anggota IGI bersama aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep kemudian melanjutkan kegiatan dengan membagikan paket takjil kepada masyarakat.
Sekitar pukul 16.45 WIB, para guru turun langsung ke tepi jalan membagikan 300 paket takjil kepada para pengendara yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
Ketua IGI Cabang Sumenep, Faizal Habsy, M.Pd., mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan inisiatif organisasi guru untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial di kalangan tenaga pendidik.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian IGI Sumenep untuk menyemarakkan bulan Ramadan sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di kalangan guru. Kami ingin menunjukkan bahwa guru tidak hanya mengajar di sekolah, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat, terutama membantu anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian kita bersama,” kata Faizal Habsy kepada media ini.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antara pengurus IGI, para guru, serta jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

pengurus dan anggota IGI bersama aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep membagikan paket takjil kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, S.Pd., M.T., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat IGI Sumenep, mengapresiasi langkah IGI dalam menginisiasi kegiatan sosial di bulan Ramadan tersebut.
Menurutnya, aksi berbagi yang dilakukan para guru mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang perlu terus ditanamkan dalam dunia pendidikan.
“Ramadan adalah momentum untuk memperkuat kepedulian dan kebersamaan. Saya sangat mengapresiasi inisiatif IGI Sumenep yang menggelar kegiatan santunan anak yatim dan berbagi takjil ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi para pendidik dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada generasi muda,” ujar H. Iksan.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Sumenep, Akhmad Fairusi, S.Pd., M.A.P., yang juga menjabat sebagai Dewan Kehormatan IGI Sumenep.Saat memberikan santunan ke anak yatim
Apresiasi serupa juga disampaikan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Sumenep, Akhmad Fairusi, S.Pd., M.A.P., yang juga menjabat sebagai Dewan Kehormatan IGI Sumenep.
Dirinya menilai kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat di bulan Ramadan, tetapi juga mempererat solidaritas antar guru serta hubungan dengan masyarakat.
“Kami bersyukur kegiatan ini berjalan dengan baik. Selain memberikan santunan kepada 30 anak yatim, kami juga dapat berbagi kebahagiaan dengan membagikan 300 paket takjil kepada masyarakat. Ini menjadi pengingat bahwa keberadaan guru di tengah masyarakat harus mampu memberikan manfaat dan kepedulian sosial,” ungkapnya.
Melalui kegiatan IGI TO IGI: Indahnya BerbaGI, IGI Sumenep berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial di kalangan insan pendidikan terus tumbuh, tidak hanya menjadi tradisi tahunan di bulan Ramadan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan di tengah masyarakat











