Menu

Mode Gelap

Berita · 27 Apr 2026 WIB ·

Warga Bluto Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur, Polres Sumenep Lakukan Penanganan


 Warga Bluto Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur, Polres Sumenep Lakukan Penanganan Perbesar

SUMENEP – Seorang warga lanjut usia di Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam sumur miliknya sendiri pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Korban berinisial J (76), perempuan, warga Dusun Libiliyan, Desa Aengdake, Kecamatan Bluto. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga setempat setelah sebelumnya korban dilaporkan hilang oleh keluarga sejak Minggu (26/4/2026).

Berdasarkan keterangan saksi berinisial R (44), yang merupakan tetangga korban, awalnya ia sempat mendatangi sumur di belakang rumah korban pada siang hari untuk memperbaiki pompa air. Saat itu, kondisi sumur terlihat tertutup, namun bagian penutup jaring tampak sedikit terbuka.

Keesokan harinya, saat kembali ke lokasi untuk melanjutkan pekerjaannya, saksi melihat adanya sesosok tubuh di dalam sumur. Ia kemudian segera memberitahukan kepada pihak keluarga korban dan warga sekitar, yang kemudian dilanjutkan dengan pelaporan kepada pihak kepolisian.

Mendapatkan laporan tersebut, petugas dari Polsek Bluto bersama unsur terkait segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi korban dari dalam sumur berhasil dilakukan sekitar pukul 13.58 WIB dengan melibatkan tim gabungan.

Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“Kami telah melakukan penanganan di lokasi kejadian dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi serta melakukan olah TKP. Dari hasil sementara, tidak ditemukan adanya unsur kekerasan atau tindak pidana,” ujar AKBP Anang Hardiyanto.

Lebih lanjut, Kapolres menambahkan bahwa pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan proses autopsi.

“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan kejadian ini dan tidak berkenan dilakukan autopsi. Kami tetap menghormati keputusan keluarga,” tambahnya.

Diketahui, berdasarkan informasi keluarga, korban sebelumnya memiliki riwayat gangguan kesehatan yang diduga menjadi salah satu faktor terjadinya peristiwa tersebut.

Saat ini, pihak kepolisian memastikan situasi di lokasi dalam keadaan aman dan kondusif, serta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pelantikan PCNU Sumenep 2026–2031 Diharapkan Jadi Momentum Transformasi dan Penguatan Umat

17 Mei 2026 - 03:43 WIB

IHSAN Sumenep Resmi Dibentuk, Satukan Alumni Pesantren se-Nusantara untuk Perkuat NKRI

16 Mei 2026 - 12:52 WIB

Muhammad Iqbal Pakpahan Nahkodai Komite Nasional Pemuda Indonesia Labuhanbatu Periode 2026–2030

16 Mei 2026 - 09:52 WIB

Polsek Sapeken Berhasil Amankan Pelaku Kasus Sabu di Dermaga Pagerungan Besar

13 Mei 2026 - 10:03 WIB

Bersama Pramuka, Komunitas Anak Galaga Wujudkan Pantai Natal Bersih dan Asri

13 Mei 2026 - 07:22 WIB

Proyek Tanggul DAS Rp18 Miliar Disorot, DPW GMP Sumut Minta Audit Investigatif

9 Mei 2026 - 18:36 WIB

Trending di Berita