SUMENEP | timeskota.com – Suasana malam Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Kabupaten Sumenep berlangsung meriah dan penuh makna. Ribuan warga memadati pusat kota untuk menyaksikan Pawai Lampion yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep, Senin (29/6/2026) malam. Tradisi tahunan ini tidak hanya menghadirkan panorama cahaya yang memukau, tetapi juga menjadi simbol semangat hijrah, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Pawai lampion secara resmi dilepas oleh Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., dari depan Pendopo Agung Keraton Sumenep. Sejak garis start, ratusan peserta dari berbagai sekolah, organisasi, dan instansi pemerintahan mulai berjalan menyusuri ruas-ruas utama Kota Sumenep.
Peserta yang terdiri dari pelajar tingkat SD, SMP, sederajat, hingga perwakilan organisasi dan instansi pemerintah membawa lampion dengan beragam bentuk dan desain bernuansa Islami. Cahaya lampion yang menghiasi sepanjang rute pawai sukses memikat perhatian masyarakat yang telah memadati sisi jalan sejak sore hari.
Salah satu daya tarik utama dalam kegiatan tersebut adalah kreativitas para peserta yang memanfaatkan barang-barang bekas ramah lingkungan sebagai bahan pembuatan lampion. Inovasi tersebut tidak hanya menghasilkan karya yang indah, tetapi juga menjadi media edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan kembali limbah yang masih bernilai.
Semangat menjaga kebersihan juga tampak selama pelaksanaan pawai. Pasukan kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep turut berparade sambil memungut sampah di sepanjang rute.
Kehadiran mereka mendapat apresiasi dari masyarakat karena memastikan kemeriahan acara tetap berjalan seiring dengan terjaganya kebersihan kota.
Pawai lampion tidak sekadar menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani nilai-nilai hijrah Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan di tengah masyarakat.
Salah seorang siswa MIN Tarateh, Moh. Firdaus Ainur Ridwan, mengatakan peringatan Tahun Baru Islam merupakan momentum penting agar generasi muda semakin mengenal dan menghargai kalender Hijriah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan bahwa umat Islam perlu memperingati Tahun Baru Islam, bukan hanya Tahun Baru Masehi. Semoga semangat hijrah menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Penulis : Basori
Editor : Sudarsono
Sumber Berita: timeskota.com







