Kios Pupuk Desa Duko Ultimatum Poktan dan KWT, Baru Dua Kelompok Serahkan RDKK

- Editorial Team

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi kios pupuk

Foto ilustrasi kios pupuk

SUMENEP | timeskota.com  – Kios pupuk di Desa Duko, Kecamatan Rubaru, memberikan ultimatum kepada seluruh  Kelompok Tani (Poktan) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) agar segera menyetorkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebagai syarat pengajuan pupuk bersubsidi.

Hingga saat ini, baru dua kelompok yang telah menyerahkan RDKK. Sementara puluhan kelompok lainnya diminta segera melengkapi dan menyerahkan dokumen agar proses pendataan serta penyaluran pupuk bersubsidi tidak mengalami keterlambatan.

Pemilik kios pupuk mengaku kerap menerima pertanyaan dari masyarakat terkait pupuk bersubsidi. Namun, menurutnya, penyaluran pupuk tidak dapat dilakukan apabila kelompok belum menyerahkan RDKK.

“Masyarakat sering datang menanyakan pupuk. Namun, kalau kelompoknya belum menyetor RDKK, lalu apa yang menjadi dasar kami untuk melayani penebusan pupuk? Penyaluran pupuk harus mengacu pada data RDKK dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Baca Juga:  EK LMND Langkat–Binjai Apresiasi Kinerja Kasat Reskrim Polres Langkat dalam Pengungkapan Kasus

Menanggapi kondisi tersebut, salah satu Ketua Kelompok Tani, Abd. Basit, berharap agar segera diadakan pertemuan yang melibatkan seluruh kelompok tani, KWT, pihak kios pupuk, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Menurutnya, forum tersebut penting untuk menyamakan pemahaman terkait penyusunan dan penyetoran RDKK sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.

“Kami berharap ada pertemuan bersama agar semua kelompok mendapatkan penjelasan yang sama mengenai RDKK. Dengan begitu, proses penyusunan dan penyetoran dapat berjalan lancar sehingga penyaluran pupuk bersubsidi tidak terkendala,” katanya.

Baca Juga:  Ansor Sumenep Tolak Impor Tanpa Sertifikat Halal, Ancam Boikot Produk AS

Sementara itu, salah seorang ketua kelompok tani yang enggan disebutkan namanya juga menyoroti peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Menurutnya, PPL harus lebih aktif menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pendamping petani.

“PPL digaji oleh pemerintah untuk bekerja sesuai tugas dan fungsinya. Kami berharap PPL lebih sering turun ke lapangan, memberikan penyuluhan, melakukan pendampingan, serta memperbanyak koordinasi dengan seluruh kelompok tani. Dengan komunikasi yang baik, persoalan seperti penyusunan RDKK dapat diselesaikan lebih cepat dan tidak menimbulkan kebingungan di kalangan petani,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kapolresta Sumenep Turun Langsung ke Rubaru, Serap Aspirasi 11 Kades dan Tokoh Masyarakat

Para kelompok tani berharap adanya sinergi yang lebih baik antara PPL, kelompok tani, KWT, dan kios pupuk agar penyusunan RDKK dapat segera diselesaikan. Dengan demikian, penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani dapat berjalan tepat waktu sesuai kebutuhan musim tanam.

Hingga berita ini ditulis, pihak PPL Desa Duko belum memberikan keterangan resmi terkait masukan dan harapan yang disampaikan sejumlah kelompok tani.

Timeskota.com membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Stunting, Sumenep Perkuat Pendampingan Sejak Kehamilan
Pejabat Baru Pemkab Sumenep Dituntut Gerak Cepat, Imam Hasyim Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
Pemkab Sumenep dan Pemkab Blitar Perkuat Sinergi, Bidik Kerja Sama Lintas Sektor
Peringati Maulid Nabi 1448 H, Pimpinan dan Anggota DPRD Sumenep Bersatu dalam Kebersamaan
AWDI Bongkar Tanda Tanya Mutasi Idham Halil: Dari Perdagangan ke Kursi Strategis RSUD
Bukan Sekadar Dilantik, DPRD Sumenep Minta Empat JPT Pratama Diuji Kinerjanya
MKKS SMP Negeri Kabupaten Sumenep Matangkan Workshop Perencanaan Berbasis Data
Pemuda Desa Sendir Turun Tangan, Sejumlah Persoalan Desa Dibongkar di Kecamatan

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:58 WIB

Cegah Stunting, Sumenep Perkuat Pendampingan Sejak Kehamilan

Senin, 21 September 2026 - 16:40 WIB

Pejabat Baru Pemkab Sumenep Dituntut Gerak Cepat, Imam Hasyim Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik

Senin, 21 September 2026 - 16:30 WIB

Pemkab Sumenep dan Pemkab Blitar Perkuat Sinergi, Bidik Kerja Sama Lintas Sektor

Minggu, 20 September 2026 - 15:48 WIB

Peringati Maulid Nabi 1448 H, Pimpinan dan Anggota DPRD Sumenep Bersatu dalam Kebersamaan

Minggu, 20 September 2026 - 06:15 WIB

AWDI Bongkar Tanda Tanya Mutasi Idham Halil: Dari Perdagangan ke Kursi Strategis RSUD

Berita Terbaru

Berita

Cegah Stunting, Sumenep Perkuat Pendampingan Sejak Kehamilan

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:58 WIB