SUMENEP | timeskota.com – Sikap kritis terhadap berbagai persoalan di Desa Sendir, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, mulai ditunjukkan sejumlah pemuda desa. Mereka mendatangi Kantor Kecamatan Lenteng, Kamis malam (3/9/2026), untuk menyampaikan sejumlah persoalan sekaligus meminta kejelasan dan langkah penyelesaian dari pihak terkait.
Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Camat Lenteng, Kasi PMD Kecamatan Lenteng, Kepala Desa Sendir, Sekretaris Desa Sendir, serta Ketua BPD Desa Sendir.
Kedatangan para pemuda ini menjadi bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan.
Dalam forum tersebut, sejumlah persoalan yang berkembang di tengah masyarakat Desa Sendir disampaikan secara terbuka. Para pemuda berharap seluruh pihak tidak hanya mendengarkan aspirasi, tetapi juga memberikan langkah konkret dan solusi atas berbagai persoalan yang menjadi keresahan masyarakat.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Lenteng itu menjadi ruang dialog antara perwakilan masyarakat dengan unsur pemerintahan. Sejumlah pemuda meminta adanya keterbukaan serta kejelasan terhadap persoalan-persoalan yang dipertanyakan.
“Kami datang bukan untuk mencari gaduh, tetapi ingin mencari kejelasan dan solusi. Sebagai pemuda desa, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut mengawal setiap persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat,” ungkap salah seorang pemuda yang hadir dalam audiensi.
Sementara itu, pihak Kecamatan Lenteng diharapkan dapat menjadi penengah dan memastikan aspirasi yang disampaikan masyarakat mendapat tindak lanjut.
Kehadiran Camat Lenteng, Kasi PMD, Kepala Desa Sendir, Sekretaris Desa, hingga Ketua BPD dalam audiensi tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dibawa para pemuda tidak dipandang sebelah mata.
Meski demikian, masyarakat kini menunggu langkah nyata pasca-audiensi. Sebab, forum diskusi tanpa tindak lanjut dikhawatirkan hanya akan menjadi pertemuan formalitas.
Para pemuda Desa Sendir pun berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bersama demi terciptanya pemerintahan desa yang lebih terbuka, transparan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Audiensi tersebut juga menjadi penegasan bahwa pemuda tidak lagi hanya menjadi penonton dalam dinamika pembangunan dan pemerintahan desa. Mereka menyatakan siap mengambil peran sebagai pengawal aspirasi masyarakat dan memastikan setiap persoalan di Desa Sendir mendapat perhatian sebagaimana mestinya.
Kini bola berada di tangan pemerintah desa dan kecamatan. Berbagai persoalan telah disampaikan secara terbuka, sehingga masyarakat menunggu apakah audiensi tersebut benar-benar berujung pada langkah konkret dan penyelesaian, atau kembali berhenti sebatas meja pertemuan.









