Tak Mau Lagi Diam, Pemuda Desa Sendir Bawa Sejumlah Persoalan ke Meja Camat Lenteng

- Editorial Team

Jumat, 4 September 2026 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP | timeskota.com – Suasana Desa Sendir, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, tengah menjadi perhatian. Sejumlah pemuda memilih mendatangi Kantor Kecamatan Lenteng pada Kamis malam (3/9/2026) untuk mempertanyakan berbagai persoalan yang dinilai belum mendapat penyelesaian, mulai dari krisis air bersih, ancaman banjir, hingga sejumlah proyek desa yang turut menjadi sorotan.

Dalam audiensi tersebut, persoalan krisis air bersih, penanggulangan banjir, hingga sejumlah proyek desa menjadi topik utama yang disorot. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: ada apa sebenarnya dengan Desa Sendir?

Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Camat Lenteng, Kasi PMD Kecamatan Lenteng, Kepala Desa Sendir, Sekretaris Desa Sendir, serta Ketua BPD Desa Sendir.

Para pemuda secara terbuka menyampaikan keresahan mereka terhadap sejumlah persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian dan langkah serius dari pemerintah.

Baca Juga:  Having A Provocative Woman Works Only Under These Conditions

Air Bersih Jadi Persoalan Utama

Salah satu persoalan yang paling banyak disorot adalah kebutuhan air bersih. Di tengah kebutuhan dasar masyarakat yang terus meningkat, persoalan ketersediaan air bersih dinilai belum menemukan solusi yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan warga.

Para pemuda mempertanyakan langkah dan upaya konkret pemerintah dalam menangani persoalan tersebut.

Air bersih bukan sekadar kebutuhan tambahan. Bagi masyarakat, ketersediaannya merupakan kebutuhan mendasar yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah.

Banjir dan Proyek Desa Turut Dipertanyakan

Selain persoalan air bersih, penanggulangan banjir juga menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan dalam forum audiensi.

Warga berharap persoalan tersebut tidak hanya ditangani ketika dampaknya telah terjadi, melainkan diperlukan langkah pencegahan dan perencanaan yang lebih matang agar persoalan banjir tidak terus berulang.

Baca Juga:  Kapolresta Sumenep dan AWDI Bangun Sinergi, Perkuat Komunikasi Polri-Pers

Sejumlah proyek yang dilaksanakan di Desa Sendir juga tidak luput dari sorotan. Para pemuda meminta adanya keterbukaan serta penjelasan terkait pelaksanaan proyek-proyek desa.

Mereka menilai transparansi penting agar masyarakat dapat mengetahui perencanaan, pelaksanaan, hingga manfaat dari setiap pembangunan yang menggunakan anggaran publik.

Pemuda Tak Mau Hanya Menjadi Penonton

Kedatangan para pemuda ke Kantor Kecamatan Lenteng disebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi desanya.

Mereka tidak ingin hanya menjadi penonton ketika berbagai persoalan terus berkembang di tengah masyarakat.

Audiensi ini pun menjadi ruang untuk menyampaikan secara langsung berbagai pertanyaan kepada pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa.

“Berbagai persoalan ini harus mendapatkan jawaban dan solusi. Jangan sampai masyarakat terus berada dalam ketidakjelasan,” menjadi semangat yang mengemuka dalam pertemuan tersebut,” ucap Mustofa Kamil.

Baca Juga:  Wali Siswa Tanggapi Penjelasan SPPG Pordepor, Soroti Dugaan Ketidaksesuaian Menu MBG

Kini, setelah berbagai persoalan dibuka dalam forum resmi yang turut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan BPD, masyarakat Desa Sendir menanti tindak lanjut nyata.

Sebab, audiensi hanyalah awal.

Krisis air bersih harus ditangani. Banjir harus dicarikan solusi. Sementara berbagai proyek desa harus dibuka secara transparan kepada masyarakat.

Kini bukan lagi sekadar soal siapa yang berani menyampaikan persoalan, tetapi sejauh mana pemerintah mampu memberikan jawaban dan tindakan nyata. Aspirasi telah disampaikan secara terbuka di hadapan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan BPD. Masyarakat Desa Sendir kini menunggu bukti, bukan sekadar wacana, agar berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan tidak kembali berhenti di ruang audiensi.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkara 1 Ekor Ayam, Dugaan Intervensi Oknum Kades dalam Penanganan Perkara di Polsek Ambunten Disorot
Ironi Bantuan Air Sumenep: Daratan Disiram Bantuan, Kepulauan Sapeken Kekeringan Parah
Polresta Sumenep Tangkap Tersangka Penipuan Rp200 Juta yang Sempat Buron
Tragis! Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka
Sataretanan Sumenep Berdaya Bangun Kebersamaan Lewat Silaturahmi dan Maulid Nabi Muhammad SAW
AWDI Sumenep Pertanyakan Urgensi Penerapan E-Voting di Pilkades 2027
Jembatan Jalan Raya Matanair Diperbaiki, Kendaraan Kesangkut di Jalur Matanair–Torbang
Nama Baik Dicemarkan, Anggota Arisan Bakal Laporkan Admin Y

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Perkara 1 Ekor Ayam, Dugaan Intervensi Oknum Kades dalam Penanganan Perkara di Polsek Ambunten Disorot

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Ironi Bantuan Air Sumenep: Daratan Disiram Bantuan, Kepulauan Sapeken Kekeringan Parah

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Polresta Sumenep Tangkap Tersangka Penipuan Rp200 Juta yang Sempat Buron

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:11 WIB

Tragis! Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka

Senin, 28 September 2026 - 20:04 WIB

AWDI Sumenep Pertanyakan Urgensi Penerapan E-Voting di Pilkades 2027

Berita Terbaru

Opini

Surat AI Pada Presiden Dan Menhan

Kamis, 1 Okt 2026 - 17:08 WIB