Tak Mau Lagi Diam, Pemuda Desa Sendir Bawa Sejumlah Persoalan ke Meja Camat Lenteng

- Redaksi

Jumat, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP | timeskota.com – Suasana Desa Sendir, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, tengah menjadi perhatian. Sejumlah pemuda memilih mendatangi Kantor Kecamatan Lenteng pada Kamis malam (3/9/2026) untuk mempertanyakan berbagai persoalan yang dinilai belum mendapat penyelesaian, mulai dari krisis air bersih, ancaman banjir, hingga sejumlah proyek desa yang turut menjadi sorotan.

Dalam audiensi tersebut, persoalan krisis air bersih, penanggulangan banjir, hingga sejumlah proyek desa menjadi topik utama yang disorot. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: ada apa sebenarnya dengan Desa Sendir?

Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Camat Lenteng, Kasi PMD Kecamatan Lenteng, Kepala Desa Sendir, Sekretaris Desa Sendir, serta Ketua BPD Desa Sendir.

Para pemuda secara terbuka menyampaikan keresahan mereka terhadap sejumlah persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian dan langkah serius dari pemerintah.

Baca Juga:  Rikkes 2026 Digelar, Polres Sumenep Pastikan Personel Tetap Prima dan Siap Bertugas

Air Bersih Jadi Persoalan Utama

Salah satu persoalan yang paling banyak disorot adalah kebutuhan air bersih. Di tengah kebutuhan dasar masyarakat yang terus meningkat, persoalan ketersediaan air bersih dinilai belum menemukan solusi yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan warga.

Para pemuda mempertanyakan langkah dan upaya konkret pemerintah dalam menangani persoalan tersebut.

Air bersih bukan sekadar kebutuhan tambahan. Bagi masyarakat, ketersediaannya merupakan kebutuhan mendasar yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah.

Banjir dan Proyek Desa Turut Dipertanyakan

Selain persoalan air bersih, penanggulangan banjir juga menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan dalam forum audiensi.

Warga berharap persoalan tersebut tidak hanya ditangani ketika dampaknya telah terjadi, melainkan diperlukan langkah pencegahan dan perencanaan yang lebih matang agar persoalan banjir tidak terus berulang.

Baca Juga:  Mubes IAA Malang Raya Sukses, Nahkodai Kepemimpinan Baru dan Pererat Solidaritas

Sejumlah proyek yang dilaksanakan di Desa Sendir juga tidak luput dari sorotan. Para pemuda meminta adanya keterbukaan serta penjelasan terkait pelaksanaan proyek-proyek desa.

Mereka menilai transparansi penting agar masyarakat dapat mengetahui perencanaan, pelaksanaan, hingga manfaat dari setiap pembangunan yang menggunakan anggaran publik.

Pemuda Tak Mau Hanya Menjadi Penonton

Kedatangan para pemuda ke Kantor Kecamatan Lenteng disebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi desanya.

Mereka tidak ingin hanya menjadi penonton ketika berbagai persoalan terus berkembang di tengah masyarakat.

Audiensi ini pun menjadi ruang untuk menyampaikan secara langsung berbagai pertanyaan kepada pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa.

“Berbagai persoalan ini harus mendapatkan jawaban dan solusi. Jangan sampai masyarakat terus berada dalam ketidakjelasan,” menjadi semangat yang mengemuka dalam pertemuan tersebut,” ucap Mustofa Kamil.

Baca Juga:  Wakapolres Sumenep Berganti, Kompol Haris Darma Sucipto Resmi Menjabat

Kini, setelah berbagai persoalan dibuka dalam forum resmi yang turut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan BPD, masyarakat Desa Sendir menanti tindak lanjut nyata.

Sebab, audiensi hanyalah awal.

Krisis air bersih harus ditangani. Banjir harus dicarikan solusi. Sementara berbagai proyek desa harus dibuka secara transparan kepada masyarakat.

Kini bukan lagi sekadar soal siapa yang berani menyampaikan persoalan, tetapi sejauh mana pemerintah mampu memberikan jawaban dan tindakan nyata. Aspirasi telah disampaikan secara terbuka di hadapan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan BPD. Masyarakat Desa Sendir kini menunggu bukti, bukan sekadar wacana, agar berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan tidak kembali berhenti di ruang audiensi.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemuda Desa Sendir Turun Tangan, Sejumlah Persoalan Desa Dibongkar di Kecamatan
Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Angkat Filosofi Keraton dan Pendopo Agung
Wali Siswa Tanggapi Penjelasan SPPG Pordepor, Soroti Dugaan Ketidaksesuaian Menu MBG
Dugaan Ketidaksesuaian Anggaran MBG Pordepor Disorot, Kepala Dapur dan Mitra Diminta Terbuka
Kapolresta Sumenep Sambangi Ponpes Assadad Ambunten, Sinergi Polri dan Ulama Diperkuat
Kapolresta Sumenep Turun Langsung ke Rubaru, Serap Aspirasi 11 Kades dan Tokoh Masyarakat
Jelang Pelantikan, DPW AWDI DKI Jakarta Perkuat Konsolidasi dan Tegaskan Independensi Pers
Banggar DPRD Sumenep Bahas P-APBD 2026, Struktur Anggaran Kembali Bergeser

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 10:56 WIB

Pemuda Desa Sendir Turun Tangan, Sejumlah Persoalan Desa Dibongkar di Kecamatan

Jumat, 4 September 2026 - 10:50 WIB

Tak Mau Lagi Diam, Pemuda Desa Sendir Bawa Sejumlah Persoalan ke Meja Camat Lenteng

Jumat, 4 September 2026 - 09:04 WIB

Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Angkat Filosofi Keraton dan Pendopo Agung

Selasa, 1 September 2026 - 20:40 WIB

Wali Siswa Tanggapi Penjelasan SPPG Pordepor, Soroti Dugaan Ketidaksesuaian Menu MBG

Selasa, 1 September 2026 - 10:17 WIB

Dugaan Ketidaksesuaian Anggaran MBG Pordepor Disorot, Kepala Dapur dan Mitra Diminta Terbuka

Berita Terbaru