Diduga “Hilang Ditelan Bumi”, Website Desa se-Kecamatan Rubaru Jadi Sorotan; Aktivis Siap Audiensi

- Redaksi

Sabtu, 25 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi pengadaan website desa se kecamatan rubaru @timeskota.com

Foto ilustrasi pengadaan website desa se kecamatan rubaru @timeskota.com

SUMENEP  | timeskota.com – Keberadaan website desa di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, menjadi sorotan sejumlah aktivis. Pasalnya, banyak website desa diduga tidak dapat diakses oleh publik  sehingga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengadaan dan pengelolaannya.

Hasil penelusuran menunjukkan hanya beberapa desa yang pernah menggunakan website yang diketahui masih dapat diakses. Sementara website desa lainnya diduga tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga memicu dugaan bahwa website desa tersebut “hilang ditelan bumi”.

Saat dikonfirmasi, Camat Rubaru Tabrani menjelaskan bahwa terdapat dua desa yang tidak menganggarkan website,

Baca Juga:  RSUD dr. H. Moh Anwar Sumenep Tegaskan Komitmen Inklusif, Gelar Penyuluhan Kesehatan Gratis untuk Difabel

“Semua aktif tergantung operator karena ada kata sandinya. Tiap desa yang tahu operator desa. Semua operator desa tahu semua, terkecuali dua desa tersebut,” ujar Tabrani.

Namun, ketika ditanya kembali apakah selain Website Desa Mandala matanair dan pakondang seluruh website desa di Kecamatan Rubaru benar-benar aktif dan dapat diakses oleh masyarakat, Camat Rubaru tidak memberikan jawaban lebih lanjut.

Sikap tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan aktivis. Mereka menilai website desa yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah seharusnya dapat diakses masyarakat sebagai sarana keterbukaan informasi publik, pelayanan administrasi, dan penyampaian berbagai program desa.

Baca Juga:  SE MenPAN-RB Dipersoalkan dalam Seleksi JPT Pratama Sekda Sumenep, Dasar Hukumnya Dinilai Tak Lagi Berlaku

Menurut para aktivis, apabila website hanya dimiliki secara administratif tetapi tidak dapat diakses publik, maka tujuan pengadaan website patut dipertanyakan.

Sebagai tindak lanjut, sejumlah aktivis berencana melayangkan surat permohonan audiensi kepada Kecamatan Rubaru dan seluruh kepala desa se-Kecamatan Rubaru. Audiensi tersebut bertujuan meminta penjelasan terkait pengadaan, pengelolaan, kondisi, serta pemanfaatan website desa yang telah dianggarkan.

“Kami ingin mendapatkan penjelasan secara terbuka. Jika memang website aktif, buktikan kepada masyarakat. Namun jika tidak berjalan, harus ada evaluasi agar anggaran yang telah digunakan benar-benar memberikan manfaat,” ujar salah seorang aktivis.

Baca Juga:  Spinder Jup’Midah Bungkam Kesombongan Lawan, Akun Jup’Midah Naik Level Saat KACONG MADURA PK 

Para aktivis berharap audiensi tersebut dapat menjadi ruang klarifikasi sekaligus evaluasi terhadap pengelolaan website desa, sehingga ke depan seluruh desa di Kecamatan Rubaru mampu menghadirkan layanan informasi yang transparan, mudah diakses, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak Kecamatan Rubaru mengenai kondisi masing-masing website desa yang diduga tidak dapat diakses oleh publik

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Antusias, Desa Pabian Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Titian Bambu
Kecamatan Batuputih Monev Dana Desa Tahap II 2026, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran
Aliansi Mahasiswa dan IPNU Sumut Desak Polda Usut Tuntas Dugaan Mafia BBM Bersubsidi, Sampaikan 10 Tuntutan
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Geruduk Kantor Kemenag Sumut, Desak Copot Kepala MAN 4 Medan dan Usut Dugaan Jual Beli Jabatan
Workshop Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Jenjang SMP Kabupaten Sumenep
MKKS SMP Negeri Gelar Workshop KSP, Kadisdik Sumenep Tekankan Kurikulum Berorientasi Masa Depan
Edi Kuswanto Digadang-Gadang Maju Pilkades Lembung Timur, Warga Harapkan Perubahan
Kolaborasi Polsek Guluk-Guluk dan Resmob Polresta Sumenep Berbuah Hasil, Terduga Pelaku Penganiayaan Ditangkap

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Warga Antusias, Desa Pabian Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Titian Bambu

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Kecamatan Batuputih Monev Dana Desa Tahap II 2026, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:34 WIB

Aliansi Mahasiswa dan IPNU Sumut Desak Polda Usut Tuntas Dugaan Mafia BBM Bersubsidi, Sampaikan 10 Tuntutan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:28 WIB

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Geruduk Kantor Kemenag Sumut, Desak Copot Kepala MAN 4 Medan dan Usut Dugaan Jual Beli Jabatan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Workshop Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Jenjang SMP Kabupaten Sumenep

Berita Terbaru