Diduga “Hilang Ditelan Bumi”, Website Desa se-Kecamatan Rubaru Jadi Sorotan; Aktivis Siap Audiensi

- Editorial Team

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi pengadaan website desa se kecamatan rubaru @timeskota.com

Foto ilustrasi pengadaan website desa se kecamatan rubaru @timeskota.com

SUMENEP  | timeskota.com – Keberadaan website desa di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, menjadi sorotan sejumlah aktivis. Pasalnya, banyak website desa diduga tidak dapat diakses oleh publik  sehingga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengadaan dan pengelolaannya.

Hasil penelusuran menunjukkan hanya beberapa desa yang pernah menggunakan website yang diketahui masih dapat diakses. Sementara website desa lainnya diduga tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga memicu dugaan bahwa website desa tersebut “hilang ditelan bumi”.

Saat dikonfirmasi, Camat Rubaru Tabrani menjelaskan bahwa terdapat dua desa yang tidak menganggarkan website,

Baca Juga:  Jembatan Jalan Raya Matanair Diperbaiki, Kendaraan Kesangkut di Jalur Matanair–Torbang

“Semua aktif tergantung operator karena ada kata sandinya. Tiap desa yang tahu operator desa. Semua operator desa tahu semua, terkecuali dua desa tersebut,” ujar Tabrani.

Namun, ketika ditanya kembali apakah selain Website Desa Mandala matanair dan pakondang seluruh website desa di Kecamatan Rubaru benar-benar aktif dan dapat diakses oleh masyarakat, Camat Rubaru tidak memberikan jawaban lebih lanjut.

Sikap tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan aktivis. Mereka menilai website desa yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah seharusnya dapat diakses masyarakat sebagai sarana keterbukaan informasi publik, pelayanan administrasi, dan penyampaian berbagai program desa.

Baca Juga:  Semarak HUT RI ke-81 dan HUT ke-25 Demokrat, DPC Demokrat Sumenep Gelar Lomba Rakyat

Menurut para aktivis, apabila website hanya dimiliki secara administratif tetapi tidak dapat diakses publik, maka tujuan pengadaan website patut dipertanyakan.

Sebagai tindak lanjut, sejumlah aktivis berencana melayangkan surat permohonan audiensi kepada Kecamatan Rubaru dan seluruh kepala desa se-Kecamatan Rubaru. Audiensi tersebut bertujuan meminta penjelasan terkait pengadaan, pengelolaan, kondisi, serta pemanfaatan website desa yang telah dianggarkan.

“Kami ingin mendapatkan penjelasan secara terbuka. Jika memang website aktif, buktikan kepada masyarakat. Namun jika tidak berjalan, harus ada evaluasi agar anggaran yang telah digunakan benar-benar memberikan manfaat,” ujar salah seorang aktivis.

Baca Juga:  Dikelola Yayasan Darul Arqom Batukerbuy, Menu MBG Desa Pordepor Dikeluhkan Wali Siswa

Para aktivis berharap audiensi tersebut dapat menjadi ruang klarifikasi sekaligus evaluasi terhadap pengelolaan website desa, sehingga ke depan seluruh desa di Kecamatan Rubaru mampu menghadirkan layanan informasi yang transparan, mudah diakses, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak Kecamatan Rubaru mengenai kondisi masing-masing website desa yang diduga tidak dapat diakses oleh publik

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala SMPN 4 Sumenep Apresiasi Eco Rangers atas Bantuan Tempat Sampah, Dorong Kepedulian Lingkungan Sekolah
Serah Terima Jabatan Kepala SMPN 4 Sumenep, Harapan Baru untuk Kemajuan Pendidikan
Perkara 1 Ekor Ayam, Dugaan Intervensi Oknum Kades dalam Penanganan Perkara di Polsek Ambunten Disorot
Ironi Bantuan Air Sumenep: Daratan Disiram Bantuan, Kepulauan Sapeken Kekeringan Parah
Polresta Sumenep Tangkap Tersangka Penipuan Rp200 Juta yang Sempat Buron
Tragis! Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka
Sataretanan Sumenep Berdaya Bangun Kebersamaan Lewat Silaturahmi dan Maulid Nabi Muhammad SAW
AWDI Sumenep Pertanyakan Urgensi Penerapan E-Voting di Pilkades 2027

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Kepala SMPN 4 Sumenep Apresiasi Eco Rangers atas Bantuan Tempat Sampah, Dorong Kepedulian Lingkungan Sekolah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Serah Terima Jabatan Kepala SMPN 4 Sumenep, Harapan Baru untuk Kemajuan Pendidikan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Perkara 1 Ekor Ayam, Dugaan Intervensi Oknum Kades dalam Penanganan Perkara di Polsek Ambunten Disorot

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Ironi Bantuan Air Sumenep: Daratan Disiram Bantuan, Kepulauan Sapeken Kekeringan Parah

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Polresta Sumenep Tangkap Tersangka Penipuan Rp200 Juta yang Sempat Buron

Berita Terbaru