SUMENEP | timeskota.com – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH. MD. Widadi Rohim, mengajak seluruh pengusaha rokok dan tembakau di Madura untuk menyerap seluruh hasil panen tembakau petani Sumenep dengan harga yang layak. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap nasib petani sekaligus upaya menjaga keberlangsungan tembakau Madura sebagai salah satu komoditas unggulan yang menjadi penopang perekonomian masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan KH. Widadi Rohim saat menghadiri silaturahmi bersama para pengusaha tembakau di Pondok Pesantren Al-Is’af Kallabaan, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Kamis (23/7/2026).
“PCNU Sumenep sangat berharap pengusaha rokok dan tembakau mau menyerap semua hasil panen petani kita. Jangan sampai ada tembakau petani yang tidak laku,” tegas KH. Widadi Rohim.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir dalam pertemuan tersebut KH. A. Maimun Syamsuddin dari Aswaja Center PCNU Sumenep, Wakil Ketua PCNU Sumenep H. M. Husnan Nafi’, pengusaha rokok H. Mukmin, serta M. Wail yang juga merupakan pengusaha tembakau sekaligus Kepala Desa Guluk-Guluk.
PCNU Siap Fasilitasi Musyawarah
Dalam kesempatan itu, KH. Widadi menegaskan komitmen PCNU Sumenep untuk menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, petani, pengusaha, dan tokoh masyarakat dalam merumuskan langkah strategis menjaga keberlangsungan sektor pertembakauan di Madura. Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar tembakau Madura tetap memiliki daya saing sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
“Tujuannya satu, yaitu menyelamatkan tembakau Sumenep dan memakmurkan petani. Ini harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan semua pihak,” ujarnya.
Pengusaha Tekankan Pentingnya Menjaga Mutu
Di sisi lain, pengusaha rokok H. Mukmin mengingatkan pentingnya menjaga kualitas tembakau sejak proses budidaya hingga pascapanen. Menurutnya, citra tembakau Madura harus kembali dikenal melalui aroma, warna, dan karakter khas yang selama ini menjadi keunggulannya.
“Petani perlu menjaga standar mutu. Mulai dari menyiram, memetik pucuk, mengendalikan hama, sampai proses merajah dan packing. Kalau kualitas terjaga, harga juga akan pantas,” kata H. Mukmin.
Ia berharap para petani terus berkomitmen menghasilkan tembakau berkualitas sehingga mampu memenuhi kebutuhan industri sekaligus meningkatkan nilai jual hasil panen.
Komitmen Bersama Selamatkan Tembakau Madura
Silaturahmi tersebut menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara PCNU Sumenep, pemerintah, petani, dan pelaku usaha dalam menjaga keberlangsungan komoditas tembakau Madura. Melalui sinergi yang dibangun, seluruh pihak berharap hasil panen petani dapat terserap secara optimal dengan harga yang layak, disertai komitmen untuk menjaga kualitas serta mendorong regulasi yang berpihak kepada petani dan dunia usaha. Dengan demikian, tembakau Madura diharapkan tetap menjadi komoditas unggulan yang mampu menggerakkan perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan ribuan petani di Kabupaten Sumenep.










