Penumpang KMP Dharma Kartika Lompat ke Laut di Perairan Jangkar Situbondo, Tim Gabungan Lakukan Pencarian Intensif

- Redaksi

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situbondo, timeskota.com – Insiden mengkhawatirkan terjadi di perairan Jangkar, Kabupaten Situbondo. Seorang penumpang KMP Dharma Kartika bernama Tohari, warga Dusun Darpa, Desa Karangnangka, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, dilaporkan hilang setelah diduga melompat ke laut saat kapal dalam pelayaran menuju Pulau Raas.

Peristiwa tersebut terjadi saat kapal baru menempuh sekitar tiga mil dari Pelabuhan Jangkar. Aksi korban pertama kali diketahui oleh sejumlah penumpang dan anak buah kapal (ABK) yang melihat langsung kejadian tersebut.

Kepala Cabang PT DDU Kalianget, Maman Surahman, selaku pengelola KMP Dharma Kartika membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban diduga melompat secara tiba-tiba saat kapal dalam pelayaran.

“Penumpang itu dari Pelabuhan Jangkar menuju Raas. Dalam pelayaran sekitar tiga mil dari pelabuhan, diketahui oleh beberapa penumpang dan ABK, penumpang itu meloncat ke laut,” ujarnya pada, Kamis (26/3), saat dikonfirmasi media ini.

Terungkap Lewat CCTV dan Keterangan Rekan Korban

Baca Juga:  Seorang Pemuda Diduga Melompat dari Jembatan Pelabuhan Dungkek, Pencarian Masih Berlangsung

Setelah kejadian, pihak kapal langsung melakukan pengecekan melalui rekaman CCTV untuk memastikan informasi tersebut. Hasilnya, aksi korban terekam jelas saat melompat dari atas kapal.

“Terus dicek di CCTV dan kita melakukan verifikasi ke keluarga atau penumpang yang merasa kehilangan. Ditemukan ada salah satu pelanggan sepeda motor kita yang merasa kehilangan temannya,” kata Maman, kerap disapa.

Menurutnya, korban diketahui berboncengan sepeda motor dengan rekannya, sebelum berada di kapal. Namun hingga kini, motif di balik aksi nekat tersebut masih belum diketahui.

“Ketika dilihatkan dari CCTV itu memang betul temannya itu meloncat dari atas kapal. Nah, kita belum tahu yang bersangkutan ini kondisi psikologisnya bagaimana,” tambahnya.

Ia juga menduga adanya kemungkinan tekanan psikologis yang dialami korban, meskipun hal tersebut masih belum dapat dipastikan.

“Secara logika, kalau orang itu tidak ada tekanan atau depresi, tidak mungkin meloncat dari atas kapal ke laut,” tuturnya.

Baca Juga:  Pelaku Pembunuhan Mayat Dalam Boks Plastik di Medan Denai Ditangkap

Berdasarkan laporan kru, sambung dia, insiden tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, meskipun pihaknya mengaku tidak memantau secara detail waktu kejadian.

“Saya kurang monitor juga kejadiannya, tapi kurang lebih sekitar jam 09.30 WIB,” ucapnya.

Kru Lakukan SOP: Mesin Dihentikan dan Pencarian Dilakukan

Usai mengetahui kejadian tersebut, kru kapal langsung melakukan prosedur standar operasional (SOP) dengan menghentikan mesin kapal, dan memutar arah untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi korban jatuh.

“Kita sesuai prosedur, stop engine lalu memutar untuk mencari korban. Sampai satu jam kita melakukan upaya pencarian di lokasi kejadian,” jelas Maman.

Namun, upaya pencarian awal tersebut tidak membuahkan hasil. Pihak kapal kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada syahbandar untuk ditindaklanjuti oleh tim SAR.

“Setelah satu jam mencari dan korban tidak ditemukan, kita lapor ke syahbandar agar dilakukan pencarian oleh tim SAR. Dari pihak syahbandar, kita diarahkan untuk melanjutkan perjalanan ke Raas,” terangnya.

Baca Juga:  STAI Al Hikmah Medan: Jika Kegiatan Akademik Diganggu, Kami Akan Tempuh Jalur Hukum

Oleh karenanya, ia juga menegaskan bahwa seluruh prosedur telah dijalankan sesuai SOP yang berlaku. “Kita sudah melakukan upaya maksimal. Barangkali masih bisa diselamatkan, tetapi dalam satu jam itu kita tidak menemukan hasil,” tukasnya.

Tim Gabungan Masih Lakukan Pencarian

Hingga berita ini diterbitkan, korban masih belum ditemukan. Tim gabungan yang terdiri dari KSOP Panarukan, TNI AL, Polairud, Tim SAR, serta dibantu nelayan sekitar Pelabuhan Jangkar, masih terus melakukan pencarian.

“Penyisiran terus dilakukan oleh tim gabungan dengan memperluas area di perairan Jangkar dan sekitarnya, mungkin mempertimbangkan arus laut dan kondisi cuaca,” tutup warga nelayan setempat yang meminta namanya untuk tidak dipublikasikan.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius terkait keselamatan pelayaran, sekaligus pengingat pentingnya pengawasan terhadap penumpang selama berada di atas kapal.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APBDes Kombang Disorot, Dugaan Tumpang Tindih Anggaran hingga Kegiatan Fiktif Mencuat
Proyek Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair Disorot, Ketua AWDI Sumenep Warning CV Gudang Satu
Uang Rakyat Rp2,57 Miliar, Jalan Batuan–Matanair Baru Dibangun Sudah Retak: Diduga Dikerjakan Asal-asalan
Yusuf Nahkodai Gapoktan Paseyan Periode 2026–2031, Bawa Semangat Baru untuk Petani
Pasar Tembakau Sumenep Kian Terbuka, Prancak 95 Mulai Dipasok ke Mitra PT Djarum
Bekali Generasi Muda, Polresta Sumenep Sosialisasikan Pemanfaatan AI di MAN Sumenep
RSUDMA Sumenep Perluas Layanan Urologi, Kini Bisa Diakses Peserta BPJS
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Perkuat Transformasi Digital melalui Sistem Rumah Sakit Online
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:33 WIB

APBDes Kombang Disorot, Dugaan Tumpang Tindih Anggaran hingga Kegiatan Fiktif Mencuat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:35 WIB

Proyek Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair Disorot, Ketua AWDI Sumenep Warning CV Gudang Satu

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Uang Rakyat Rp2,57 Miliar, Jalan Batuan–Matanair Baru Dibangun Sudah Retak: Diduga Dikerjakan Asal-asalan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Yusuf Nahkodai Gapoktan Paseyan Periode 2026–2031, Bawa Semangat Baru untuk Petani

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Pasar Tembakau Sumenep Kian Terbuka, Prancak 95 Mulai Dipasok ke Mitra PT Djarum

Berita Terbaru