Pesan Penting Bupati Sumenep: Jangan Sampai Tanam Tembakau Berujung Rugi

- Editorial Team

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep | Timeskota.com  – Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, mengingatkan petani tembakau agar tidak memaksakan diri menanam ketika waktu tanam sudah semakin mepet dengan perubahan musim. Menurutnya, kondisi cuaca dan potensi hujan harus menjadi pertimbangan utama agar modal yang dikeluarkan petani tidak berujung pada kerugian.

Imbauan tersebut disampaikan Fauzi setelah mengikuti rapat paripurna DPRD Kabupaten Sumenep yang mengagendakan penyampaian pidato kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (14/8/2026).

Menurut Fauzi, faktor cuaca menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum petani mengeluarkan modal untuk menanam tembakau. Terlebih, kondisi hujan di wilayah Sumenep saat ini tidak berlangsung secara serentak.

Perbedaan tersebut terlihat antara wilayah Sumenep bagian barat dan timur. Sejumlah kawasan di bagian barat mulai diguyur hujan, sedangkan wilayah timur masih mengalami keterlambatan datangnya hujan.

“Kalau ada yang terlambat untuk bercocok tanam, lihat cuaca dan kondisi hujan atau tidak. Yang paling penting itu. Karena dari situasi dan kondisi sudah mepet,” kata Bupati Fauzi saat diwawancarai awak media usai kegiatan.

Baca Juga:  4 Things to Bring With You to Enjoy Any Sporting Event

Ia menilai keputusan menanam tembakau pada waktu yang sudah terlalu dekat dengan perubahan musim memiliki risiko cukup besar. Tanaman yang baru ditanam membutuhkan kondisi cuaca yang sesuai agar dapat berkembang dengan baik.

Karena itu, petani yang belum melakukan penanaman diminta mempertimbangkan kembali rencana tersebut. Menurut Fauzi, mengejar waktu tanam tanpa memperhitungkan kondisi cuaca justru dapat membuat modal yang telah dikeluarkan menjadi sia-sia.

“Menurut kami lebih baik jangan menyusul lagi untuk menanam di bulan ini. Karena sudah mepet, khawatir turun hujan,” ujarnya.

Orang nomor wahid di lingkungan Pemkab Sumenep itu juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca setiap wilayah tidak selalu sama. Petani harus membaca perkembangan hujan di daerah masing-masing sebelum menentukan keputusan.

Perbedaan pola hujan tersebut menjadi perhatian karena wilayah barat Sumenep disebut telah lebih dahulu memasuki kondisi hujan. Sementara kawasan timur masih menunggu datangnya hujan.

Baca Juga:  RSUD Sumenep Perkuat Kolaborasi Nasional, Dorong Pelayanan JKN Lebih Cepat dan Humanis

“Di beberapa daerah sudah turun hujan. Kita di posisi daerah timur agak lambat turun hujannya, sedangkan di barat sudah hujan,” ungkap Bupati Fauzi.

Dirinya memahami tidak sedikit petani yang telah menyiapkan modal untuk bercocok tanam. Kondisi tersebut membuat sebagian petani mungkin tetap memilih menanam meski waktu tanam sudah semakin terbatas.

Pemerintah Kabupaten Sumenep, kata Fauzi, tidak serta-merta melarang petani mengambil keputusan tersebut. Namun, setiap keputusan harus disertai perhitungan matang terhadap potensi risiko.

“Ada mereka yang sudah menyiapkan modal. Tapi kalau tetap bercocok tanam, ya kita berdoa agar tidak hujan. Karena kalau hujan, yang pasti kerugian akan ada,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan musim tanam tembakau tidak cukup hanya dilihat dari kesiapan lahan dan ketersediaan modal. Faktor alam, terutama curah hujan dan perubahan cuaca, juga harus menjadi bagian penting dalam menentukan strategi bertani.

Baca Juga:  Perangi Narkoba, Polsek Na IX-X Tangkap Pelaku di Siang Hari

Petani yang memaksakan penanaman ketika kondisi cuaca mulai berubah berpotensi menghadapi kerugian apabila tanaman tidak tumbuh optimal. Risiko tersebut semakin besar ketika biaya produksi sudah dikeluarkan sejak awal.

Ketua DPC PDI-P itu berharap petani tidak hanya berorientasi mengejar waktu tanam. Menurut dia, membaca kondisi alam secara cermat merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjaga keberlanjutan usaha pertanian.

Bagi petani yang belum menanam, ia menyarankan agar perkembangan cuaca menjadi pertimbangan utama. Langkah tersebut dinilai lebih bijak daripada mengambil risiko besar ketika kondisi alam sudah tidak mendukung.

Dengan kondisi cuaca yang mulai berubah, Bupati Fauzi kembali menekankan pentingnya kehati-hatian sebelum petani menanam tembakau. Petani diharapkan tidak sekadar mengejar kesempatan bercocok tanam, tetapi juga memastikan kondisi alam memungkinkan agar biaya produksi yang telah disiapkan tidak berakhir sia-sia.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala SMPN 4 Sumenep Apresiasi Eco Rangers atas Bantuan Tempat Sampah, Dorong Kepedulian Lingkungan Sekolah
Serah Terima Jabatan Kepala SMPN 4 Sumenep, Harapan Baru untuk Kemajuan Pendidikan
Perkara 1 Ekor Ayam, Dugaan Intervensi Oknum Kades dalam Penanganan Perkara di Polsek Ambunten Disorot
Ironi Bantuan Air Sumenep: Daratan Disiram Bantuan, Kepulauan Sapeken Kekeringan Parah
Polresta Sumenep Tangkap Tersangka Penipuan Rp200 Juta yang Sempat Buron
Tragis! Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka
Sataretanan Sumenep Berdaya Bangun Kebersamaan Lewat Silaturahmi dan Maulid Nabi Muhammad SAW
AWDI Sumenep Pertanyakan Urgensi Penerapan E-Voting di Pilkades 2027

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Kepala SMPN 4 Sumenep Apresiasi Eco Rangers atas Bantuan Tempat Sampah, Dorong Kepedulian Lingkungan Sekolah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Serah Terima Jabatan Kepala SMPN 4 Sumenep, Harapan Baru untuk Kemajuan Pendidikan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Perkara 1 Ekor Ayam, Dugaan Intervensi Oknum Kades dalam Penanganan Perkara di Polsek Ambunten Disorot

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Ironi Bantuan Air Sumenep: Daratan Disiram Bantuan, Kepulauan Sapeken Kekeringan Parah

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Polresta Sumenep Tangkap Tersangka Penipuan Rp200 Juta yang Sempat Buron

Berita Terbaru