SUMENEP | timeskota.com – Suasana Hari Raya Idul Adha 1447 H di Dusun Laok Lorong, Desa Duko, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Gema takbir yang biasanya menggema dari pengeras suara masjid dan musala sejak pagi hari nyaris tidak terdengar akibat pemadaman listrik yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari.
Kondisi tersebut menuai kekecewaan dari sejumlah warga, termasuk kalangan aktivis desa. Mereka menilai pemadaman listrik yang terjadi pada momentum hari besar keagamaan sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan pelaksanaan syiar Islam.
Salah satu aktivis Desa Duko mengaku kecewa terhadap kinerja petugas PLN karena hingga berjam-jam setelah pemadaman terjadi belum terlihat adanya upaya perbaikan yang jelas di lapangan.
“Kami sangat kecewa. Ini Hari Raya Idul Adha yang seharusnya penuh dengan gema takbir dari masjid dan musala. Biasanya suasana sangat ramai dan khidmat, tetapi sekarang justru sunyi karena listrik padam sejak pagi,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan penyebab pemadaman yang terjadi secara tiba-tiba. Menurutnya, cuaca di wilayah tersebut dalam kondisi normal dan tidak ada gangguan alam yang terlihat.
“Tidak ada hujan, tidak ada angin kencang, tetapi tiba-tiba listrik padam. Sampai sekarang juga belum ada kejelasan dan belum terlihat penanganan yang maksimal.Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas,” tambahnya.
Warga mengaku tidak menerima pemberitahuan sebelumnya terkait adanya pemadaman listrik tersebut. Mereka berharap PLN dapat lebih responsif, terutama pada momen-momen penting seperti hari raya keagamaan yang melibatkan kepentingan masyarakat luas.
Media ini telah berupaya menghubungi pihak PLN ULP Ambunten guna meminta penjelasan terkait penyebab pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Desa Duko dan sekitarnya. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN ULP Ambunten belum memberikan respons atas permintaan konfirmasi yang disampaikan.
Masyarakat berharap listrik segera kembali normal dan PLN dapat memberikan penjelasan resmi terkait gangguan yang terjadi agar tidak menimbulkan keresahan di tengah perayaan Hari Raya Idul Adha.











