Tiang PLN Dijadikan Tumpangan Kabel WiFi Lokal di Kecamatan Rubaru, PLN Siapkan Penertiban

- Redaksi

Senin, 16 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP |timeskota.com – Maraknya kabel jaringan WiFi lokal yang menumpang pada tiang listrik milik PLN di wilayah Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, kian menuai sorotan. Selain dinilai semrawut dan mengganggu estetika lingkungan, keberadaan kabel-kabel tersebut juga dikhawatirkan berpotensi mengganggu keselamatan serta keandalan jaringan ketenagalistrikan.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, pihak PLN ICON PLUS melalui bagian aset menegaskan bahwa penggunaan tiang listrik oleh pihak lain tidak diperbolehkan tanpa izin resmi atau kerja sama dengan PLN. Tiang listrik merupakan aset vital yang penggunaannya wajib memenuhi persyaratan teknis serta standar keselamatan ketenagalistrikan.

“Penggunaan tiang listrik memiliki persyaratan teknis dan aspek keselamatan ketenagalistrikan yang ketat. Dengan demikian, pemasangan kabel WiFi oleh operator lokal yang menumpang di tiang PLN tidak diperkenankan apabila tidak memiliki izin atau kerja sama dengan PLN,” jelas pihak aset PLN ICON PLUS.

Baca Juga:  RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Perkuat Layanan Inklusif, Edukasi dan Skrining Kesehatan Difabel Digencarkan

PLN ICON PLUS juga menegaskan bahwa selain instalasi kabel optik milik PLN ICON PLUS sebagai bagian dari grup PLN, seluruh kabel lain yang menempel pada tiang PLN dinyatakan tidak sah dan termasuk pemasangan ilegal.

Terkait pengawasan, PLN menyampaikan bahwa pengawasan terhadap aset kelistrikan dilakukan secara berkala, termasuk kondisi tiang dan instalasi yang menempel di dalamnya. Apabila ditemukan pemasangan kabel tanpa izin, PLN akan melakukan penertiban melalui pendataan kabel ilegal, penyegelan aset, hingga penerbitan surat teguran kepada pihak pemasang.

Menurut PLN, pemasangan kabel yang tidak standar dan terpasang semrawut berpotensi mengganggu estetika, menyulitkan tim dalam melakukan perbaikan jaringan listrik, serta memengaruhi beban mekanis pada tiang listrik. Oleh karena itu, setiap instalasi pada tiang PLN wajib memenuhi ketentuan teknis dan hanya boleh dilakukan oleh pihak yang memiliki izin resmi.

Baca Juga:  Isu Peredaran Sabu di NA IX-X Dibantah, Polisi Tegaskan Wilayah Aman

Dalam waktu dekat,PLN ICON PLUS menyatakan akan melaksanakan penertiban terencana bersama tim aset dan jaringan. Langkah tersebut meliputi inventarisasi dan penandaan kabel ilegal, penyegelan serta pemberian surat teguran, hingga pencabutan kabel ilegal apabila tidak ada tindak lanjut atau klarifikasi dari pihak pemasang.

Sejalan dengan hal tersebut,Kepala ULP Ambunten saat dikonfirmasi menerangkan bahwasanya tidak ada izin sudah dilaporkan ke atasan. “Tidak ada izin, Pak. Dan tentu kondisi itu berpotensi mengganggu dalam pelaksanaan pekerjaan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Baca Juga:  Haul dan Rokat Desa Duko Rubaru: Menyemai Doa, Merawat Tradisi Bersama K. Hodri Sumenep

Saat disinggung terkait langkah penindakan di tingkat unit, Kepala ULP PLN Ambunten menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah disampaikan ke unit di atasnya dan saat ini masih menunggu arahan lebih lanjut secara terpusat. “Sudah pernah kami sampaikan ke unit atas. Jadi sekarang menunggu arahan terpusat,” tambahnya.

PLN ICON PLUS menegaskan bahwa penertiban ini merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat serta keandalan pasokan listrik. PLN juga mengingatkan pihak-pihak yang memanfaatkan aset ketenagalistrikan tanpa izin agar segera melakukan klarifikasi dan penyesuaian sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila tidak diindahkan, PLN memastikan penertiban akan tetap dilanjutkan sesuai aturan yang berlaku. @Bas

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APBDes Kombang Disorot, Dugaan Tumpang Tindih Anggaran hingga Kegiatan Fiktif Mencuat
Proyek Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair Disorot, Ketua AWDI Sumenep Warning CV Gudang Satu
Uang Rakyat Rp2,57 Miliar, Jalan Batuan–Matanair Baru Dibangun Sudah Retak: Diduga Dikerjakan Asal-asalan
Yusuf Nahkodai Gapoktan Paseyan Periode 2026–2031, Bawa Semangat Baru untuk Petani
Pasar Tembakau Sumenep Kian Terbuka, Prancak 95 Mulai Dipasok ke Mitra PT Djarum
Bekali Generasi Muda, Polresta Sumenep Sosialisasikan Pemanfaatan AI di MAN Sumenep
RSUDMA Sumenep Perluas Layanan Urologi, Kini Bisa Diakses Peserta BPJS
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Perkuat Transformasi Digital melalui Sistem Rumah Sakit Online

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:33 WIB

APBDes Kombang Disorot, Dugaan Tumpang Tindih Anggaran hingga Kegiatan Fiktif Mencuat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:35 WIB

Proyek Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair Disorot, Ketua AWDI Sumenep Warning CV Gudang Satu

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Uang Rakyat Rp2,57 Miliar, Jalan Batuan–Matanair Baru Dibangun Sudah Retak: Diduga Dikerjakan Asal-asalan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Yusuf Nahkodai Gapoktan Paseyan Periode 2026–2031, Bawa Semangat Baru untuk Petani

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Pasar Tembakau Sumenep Kian Terbuka, Prancak 95 Mulai Dipasok ke Mitra PT Djarum

Berita Terbaru