Kabel WiFi Menjamur di Tiang PLN Rubaru, Aktivis Soroti Dugaan Pembiaran oleh Pihak Terkait

- Redaksi

Senin, 23 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, timeskota.com – Fenomena maraknya kabel WiFi yang menumpang di tiang listrik milik PLN di wilayah Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, kini menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Hingga saat ini, kondisi tersebut terkesan dibiarkan tanpa adanya tindakan tegas dari pihak terkait, khususnya pengelola aset jaringan seperti Icon Plus.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah kabel internet terpasang secara semrawut dan tidak beraturan di tiang-tiang listrik. Selain merusak estetika lingkungan, kondisi ini juga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Pihak Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ambunten saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan langsung. “Kami hanya bisa melaporkan ke atasan. Untuk tindakan lebih lanjut itu bukan ranah kami,” ujar salah satu petugas.

Baca Juga:  Ratusan Santri Sukorejo Batal Berangkat, Program Balik Pesantren 2026 Dipertanyakan

Namun, pernyataan tersebut justru memicu kecurigaan di kalangan masyarakat. Salah satu aktivis di Kecamatan Rubaru secara terbuka mempertanyakan lambannya respon dari pihak terkait. Ia menduga adanya kejanggalan dalam pembiaran yang berlangsung cukup lama ini.

Aktivis tersebut juga mengungkapkan bahwa proses pengumpulan data pemilik WiFi yang diduga menumpang di tiang PLN tidaklah mudah. Ia bersama warga harus bersusah payah menelusuri dan mencari nomor kontak para pemilik jaringan tersebut.

 

“Dengan susah payah kami mencari nomor-nomor pemilik WiFi yang diduga menumpang di tiang PLN. Beberapa nomor sudah kami serahkan, seperti NAFA STORE, PUTRI.ID, dan BAROKAH NET. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut yang jelas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti respon dari pihak ULP Ambunten yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret. Menurutnya, pihak ULP sempat menyampaikan akan mengupayakan pertemuan langsung dengan para pemilik WiFi.

Baca Juga:  Pelaku Pembunuhan Mayat Dalam Boks Plastik di Medan Denai Ditangkap

“Saya akan upayakan untuk bertemu dengan pemilik WiFi. Kalau melalui telepon khawatir adanya miskomunikasi. Pernah sekali menemui salah satu pengusaha WiFi lokal,” demikian keterangan yang disampaikan pihak ULP Ambunten.

Meski demikian, aktivis tersebut menilai pernyataan tersebut belum cukup menjawab persoalan yang ada di lapangan. Ia berharap ada tindakan nyata, bukan sekadar wacana atau upaya yang tidak jelas tindak lanjutnya.

Aktivis itu menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan terus melakukan upaya hingga persoalan ini benar-benar diselesaikan.

“Kami akan tetap bergerak dan mengawal masalah ini sampai kabel-kabel WiFi yang menumpang di tiang PLN benar-benar dibereskan,” tegasnya.

Baca Juga:  Merajut Kebersamaan dari Amerika, HBB Perluas Persaudaraan Batak ke Dunia

Ia juga menegaskan, jika data sudah diserahkan dan komunikasi sudah diupayakan, maka seharusnya ada langkah tegas dari pihak terkait untuk menertibkan penggunaan aset negara yang tidak sesuai aturan.

Sementara itu, hingga saat ini pihak aset Icon Plus belum memberikan tanggapan resmi terkait konfirmasi mengenai janji untuk menindaklanjuti persoalan tersebut ke lapangan serta pemberian sanksi terhadap pihak-pihak yang diduga melanggar.

Masyarakat berharap adanya ketegasan dan transparansi dalam penanganan masalah ini, agar tidak menimbulkan preseden buruk serta potensi bahaya yang lebih besar di kemudian hari.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak terkait.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APBDes Desa Kombang Talango 2024–2025 Dipertanyakan, Diam Bukan Jawaban
Terparkir Berdebu, Mobil Dinas Berpelat Merah Jadi Sorotan Ketua AWDI Sumenep
Haswal Group Buka Pembelian Perdana Tembakau Sumenep, Harga Capai Rp70 Ribu
APBDes Kombang Disorot, Dugaan Tumpang Tindih Anggaran hingga Kegiatan Fiktif Mencuat
Proyek Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair Disorot, Ketua AWDI Sumenep Warning CV Gudang Satu
Uang Rakyat Rp2,57 Miliar, Jalan Batuan–Matanair Baru Dibangun Sudah Retak: Diduga Dikerjakan Asal-asalan
Yusuf Nahkodai Gapoktan Paseyan Periode 2026–2031, Bawa Semangat Baru untuk Petani
Pasar Tembakau Sumenep Kian Terbuka, Prancak 95 Mulai Dipasok ke Mitra PT Djarum

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:13 WIB

APBDes Desa Kombang Talango 2024–2025 Dipertanyakan, Diam Bukan Jawaban

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Terparkir Berdebu, Mobil Dinas Berpelat Merah Jadi Sorotan Ketua AWDI Sumenep

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Haswal Group Buka Pembelian Perdana Tembakau Sumenep, Harga Capai Rp70 Ribu

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:33 WIB

APBDes Kombang Disorot, Dugaan Tumpang Tindih Anggaran hingga Kegiatan Fiktif Mencuat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:35 WIB

Proyek Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair Disorot, Ketua AWDI Sumenep Warning CV Gudang Satu

Berita Terbaru