Haswal Group Buka Pembelian Perdana Tembakau Sumenep, Harga Capai Rp70 Ribu

- Redaksi

Senin, 24 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP | timeskota.com – Musim panen tembakau mulai memasuki tahap penting bagi petani di Kabupaten Sumenep. Haswal Group membuka pembelian perdana tembakau petani pada Senin (24/8/2026), dengan harga pembelian berada di kisaran Rp50 ribu hingga Rp70 ribu, menyesuaikan kualitas tembakau yang disetor.

Pembukaan pembelian berlangsung di gudang utama Haswal Group, Takong, Jalan Raya Lenteng, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. Sejak pembelian dibuka, tembakau hasil panen petani mulai masuk ke gudang untuk menjalani proses pemeriksaan dan penilaian sebelum ditentukan harga transaksinya.
Bagi petani, dimulainya aktivitas pembelian menjadi momentum penting karena tersedianya pasar dapat membantu mempercepat penyerapan hasil panen sekaligus membuka peluang bagi petani memperoleh nilai jual yang sesuai dengan kualitas tembakau yang dihasilkan.

H. Gufron Owner Haswal Group mengatakan bahwa, pembukaan pembelian perdana tersebut menjadi langkah awal Haswal Group dalam menyerap hasil panen tembakau petani Sumenep pada musim tahun ini.

“Dengan mengucapkan Bismillah, hari ini kita membuka pembelian perdana tembakau. Kami berharap musim panen tahun ini berjalan lancar dan kualitas tembakau yang dihasilkan petani sesuai dengan harapan kita bersama,” kata H. Gufron saat ditemui di gudang utama Haswal Group di Takong Jalan Raya Lenteng Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep, Senin (24/8/2026).

Baca Juga:  Kemerdekaan Jadi Energi Pengabdian, RSUDMA Sumenep Perkuat Pelayanan untuk Masyarakat

Menurutnya, kualitas tembakau menjadi salah satu dasar utama dalam proses pembelian. Setiap tembakau yang masuk akan terlebih dahulu melalui pemeriksaan untuk melihat kondisi dan kualitasnya sebelum ditentukan harga.
“Dalam pembelian ini tentu kami melihat kualitas tembakaunya terlebih dahulu. Setiap hasil panen yang dibawa petani akan kami periksa dan nilai, karena kualitas menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan harga pembelian,” jelasnya.

Ia menegaskan, harga tembakau yang diterima petani tidak ditentukan secara seragam. Perbedaan kualitas membuat harga pembelian dapat berbeda antara satu hasil panen dengan hasil panen lainnya.

“Untuk harga sementara ini bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp70 ribu, tergantung kualitas tembakau. Jadi, harga nantinya sesuai dengan kualitas yang kami butuhkan, tentu penilaiannya akan berbeda,” ujarnya.

Gufron menambahkan, pembukaan pembelian perdana diharapkan dapat menjadi awal dari proses penyerapan tembakau yang berlangsung secara berkelanjutan selama musim panen.

“Kami berharap pembelian ini bisa berjalan dengan baik dan terus berlangsung selama musim tembakau. Yang terpenting, petani memiliki tempat untuk memasarkan hasil panennya dan prosesnya dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” katanya.

Baca Juga:  Pilkades Deli Serdang Disorot, Calon Mengaku Diminta Setor Rp2,5 Juta

Ia juga menyampaikan bahwa keberlanjutan pembelian menjadi bagian penting agar hasil produksi petani dapat terserap sesuai kebutuhan pasar.

“Petani sudah bekerja dan merawat tanaman sejak awal musim. Karena itu, ketika memasuki masa panen, kami berharap hasil produksinya dapat terserap dengan baik. Kami juga berharap kualitas tembakau tahun ini semakin bagus sehingga bisa memberikan hasil yang baik bagi petani,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang petani, Mashura, menyambut baik dimulainya pembelian tembakau oleh Haswal Group. Menurutnya, pembukaan pembelian memberikan tambahan pilihan bagi petani dalam memasarkan hasil panen.
“Bagi kami petani, dimulainya pembelian seperti ini tentu menjadi kabar yang baik. Ketika panen sudah mulai berlangsung, yang kami pikirkan bukan hanya bagaimana menghasilkan tembakau yang bagus, tetapi juga bagaimana hasil tersebut bisa dipasarkan dengan harga yang sesuai,” katanya.

Ia berharap proses penilaian kualitas dan penentuan harga dapat dilakukan secara terbuka sehingga petani memahami dasar dari harga yang diberikan terhadap hasil panennya.

“Kami berharap kualitas tembakau bisa dinilai secara jelas dan harga yang diberikan juga disampaikan secara terbuka kepada petani. Dengan begitu, petani bisa mengetahui standar yang menjadi pertimbangan dalam proses pembelian,” ujarnya.

Baca Juga:  Gadai Mas KCP Rubaru Gelar Sosialisasi di Desa Karangnangka, Warga Antusias Ikuti Kegiatan

Menurutnya, keberadaan pembeli yang mampu menyerap tembakau secara berkelanjutan akan memberikan dampak positif terhadap petani maupun aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar sentra produksi.

“Kalau pembelian bisa terus berjalan selama musim panen, tentu akan sangat membantu petani. Hasil panen tidak terlalu lama tersimpan dan petani memiliki kepastian untuk menyalurkannya,” katanya.

Mashura juga berharap harga tembakau tetap dapat memberikan nilai ekonomi yang layak bagi petani, mengingat proses produksi membutuhkan biaya, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit.
“Kami berharap harga yang diberikan bisa sebanding dengan kualitas dan biaya yang sudah dikeluarkan petani. Petani tentu ingin mendapatkan hasil yang layak dari kerja keras selama satu musim,” tuturnya.

Pembukaan pembelian perdana ini diharapkan menjadi awal penyerapan tembakau yang konsisten di tengah berlangsungnya musim panen Sumenep. Dengan harga yang disesuaikan berdasarkan kualitas, petani diharapkan memiliki kepastian pasar sekaligus peluang memperoleh nilai jual yang lebih baik dari hasil produksinya.

Keberlanjutan pembelian selama musim panen menjadi hal yang dinantikan petani, karena semakin lancar penyerapan hasil tembakau, semakin besar pula peluang perputaran ekonomi di tingkat petani dan masyarakat sekitar sentra produksi.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APBDes Kombang Disorot, Dugaan Tumpang Tindih Anggaran hingga Kegiatan Fiktif Mencuat
Proyek Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair Disorot, Ketua AWDI Sumenep Warning CV Gudang Satu
Uang Rakyat Rp2,57 Miliar, Jalan Batuan–Matanair Baru Dibangun Sudah Retak: Diduga Dikerjakan Asal-asalan
Yusuf Nahkodai Gapoktan Paseyan Periode 2026–2031, Bawa Semangat Baru untuk Petani
Pasar Tembakau Sumenep Kian Terbuka, Prancak 95 Mulai Dipasok ke Mitra PT Djarum
Bekali Generasi Muda, Polresta Sumenep Sosialisasikan Pemanfaatan AI di MAN Sumenep
RSUDMA Sumenep Perluas Layanan Urologi, Kini Bisa Diakses Peserta BPJS
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Perkuat Transformasi Digital melalui Sistem Rumah Sakit Online

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Haswal Group Buka Pembelian Perdana Tembakau Sumenep, Harga Capai Rp70 Ribu

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:33 WIB

APBDes Kombang Disorot, Dugaan Tumpang Tindih Anggaran hingga Kegiatan Fiktif Mencuat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:35 WIB

Proyek Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair Disorot, Ketua AWDI Sumenep Warning CV Gudang Satu

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Uang Rakyat Rp2,57 Miliar, Jalan Batuan–Matanair Baru Dibangun Sudah Retak: Diduga Dikerjakan Asal-asalan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Yusuf Nahkodai Gapoktan Paseyan Periode 2026–2031, Bawa Semangat Baru untuk Petani

Berita Terbaru