Dugaan Pelanggaran Agraria PT Socfindo Disorot DEM Sumut

- Editorial Team

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN|Timeskota.com — Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Sumatera Utara menyoroti persoalan tata kelola agraria di daerah tersebut. Melalui Ketua Umumnya, Muhammad Fahrozi Arif, DEM Sumut menyampaikan sikap resmi terkait dugaan pelanggaran hukum agraria dan perkebunan yang diduga dilakukan PT Socfin Indonesia (Socfindo), khususnya di Kebun Aek Pamingke dan Kebun Halimbe, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

 

Fahrozi menilai persoalan agraria di Sumatera Utara telah menjadi masalah struktural yang serius. Konflik dan sengketa lahan yang terus berulang dinilai menunjukkan lemahnya fungsi pengawasan negara terhadap pengelolaan sumber daya agraria.

 

“Dugaan persoalan agraria yang melibatkan PT Socfin Indonesia ini tidak boleh dipandang sebagai masalah administratif biasa. Ini menyangkut kepastian hukum, perlindungan aset negara, dan hak masyarakat atas keadilan sumber daya alam,” ujar Fahrozi dalam keterangan tertulis di Medan, Minggu (24/5).

Baca Juga:  Pasien Terus Bertambah, RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Siapkan Penambahan Poli Baru

 

Berdasarkan investigasi lapangan, pemetaan GPS, serta sinkronisasi data legalitas bersama masyarakat sipil, DEM Sumut mengaku menemukan sejumlah indikasi pelanggaran serius, di antaranya:

 

Ketidaksesuaian lahan dan legalitas

Ditemukan indikasi penguasaan dan pemanfaatan lahan yang diduga melebihi atau tidak sesuai dengan legalitas formal Hak Guna Usaha (HGU) dan Izin Usaha Perkebunan (IUP) milik perusahaan.

 

Diduga melanggar aturan agraria dan perkebunan

Praktik tersebut disebut berpotensi melanggar Pasal 28 dan Pasal 34 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria (UUPA), serta Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.

Baca Juga:  RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Perkuat Validasi Data Demi Keselamatan Pasien

 

Diduga mengabaikan kewajiban kebun masyarakat

Perusahaan juga diduga belum menjalankan kewajiban Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKM) sebesar 20 persen sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 18 Tahun 2021.

 

Fahrozi menegaskan, apabila dugaan penguasaan lahan di luar hak sah tersebut terbukti, maka berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara akibat pemanfaatan aset tanpa dasar hukum yang jelas.

 

“Jika ada unsur kesengajaan, manipulasi data, atau penyalahgunaan wewenang, perkara ini tidak lagi sekadar pelanggaran izin, melainkan sudah masuk ke ranah tindak pidana korporasi. Supremasi hukum tidak boleh kalah oleh kekuatan modal,” tegasnya.

 

Atas temuan tersebut, DEM Sumut mendesak sejumlah pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret, di antaranya:

Baca Juga:  Demi Sektor Pariwisata Indonesia, Arief Martha Rahadyan Berkomitmen Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Serta Promosi Budaya' Lokal Berkelanjutan 

 

Mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara turun tangan

DEM Sumut meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara segera melakukan penyelidikan dan audit investigatif terhadap legalitas HGU dan IUP PT Socfin Indonesia di Kebun Aek Pamingke dan Halimbe.

 

Meminta pengukuran ulang lahan

DEM Sumut juga mendesak Kantor Wilayah BPN Sumatera Utara bersama pemerintah daerah melakukan verifikasi dan pengukuran ulang batas fisik lahan secara transparan.

 

Mengajak pengawalan bersama

DEM Sumut mengajak masyarakat sipil, akademisi, dan media massa untuk bersama-sama mengawal persoalan ini demi menjaga kedaulatan agraria di Sumatera Utara. (ihb)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aktivis Sumenep Desak PUTR Perbaiki Jalan Campaka–Ganding, Keselamatan Pengendara Terancam
26 Tahun Membina Rumah Tangga, Suami di Sumenep Adukan Dugaan Perselingkuhan Istri ke Polresta
Jalan Raya Campaka Ganding Rusak Parah, pengendara Harapkan Pemerintah Turun Tangan Sebelum Terjadi Kecelakaan
KEBAKARAN HANGUSKAN DUA DAPUR DAN KANDANG SAPI DI PORDAPOR GULUK-GULUK, KERUGIAN DITAKSIR RP100 JUTA
Parade Juang 2026 Kobarkan Semangat Kepahlawanan Arek-Arek Suroboyo
Dua Hari Penuh Makna, SMPN 4 Sumenep Semarakkan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757 dengan Gebyar Lomba dan Aksi Sosial.
Satresnarkoba Polresta Sumenep Bongkar Dugaan Peredaran Sabu, Oknum Perawat Puskesmas dan Seorang Pria Diamankan
Kapolresta Sumenep Sambung Roso di Dasuk, Perkuat Sinergi Bersama 15 Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:48 WIB

Aktivis Sumenep Desak PUTR Perbaiki Jalan Campaka–Ganding, Keselamatan Pengendara Terancam

Kamis, 5 November 2026 - 19:58 WIB

26 Tahun Membina Rumah Tangga, Suami di Sumenep Adukan Dugaan Perselingkuhan Istri ke Polresta

Kamis, 5 November 2026 - 11:33 WIB

Jalan Raya Campaka Ganding Rusak Parah, pengendara Harapkan Pemerintah Turun Tangan Sebelum Terjadi Kecelakaan

Rabu, 4 November 2026 - 21:12 WIB

KEBAKARAN HANGUSKAN DUA DAPUR DAN KANDANG SAPI DI PORDAPOR GULUK-GULUK, KERUGIAN DITAKSIR RP100 JUTA

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Dua Hari Penuh Makna, SMPN 4 Sumenep Semarakkan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757 dengan Gebyar Lomba dan Aksi Sosial.

Berita Terbaru