SUMENEP – Perbaikan jembatan di Jalan Raya Matanair, Kabupaten Sumenep, berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas. Kondisi tersebut semakin dikeluhkan karena tidak tersedianya jalan alternatif yang memadai selama pekerjaan berlangsung.
Dampaknya, kendaraan yang melintas di jalur Matanair–Torbang mengalami kesulitan. Bahkan, salah satu kendaraan dilaporkan sampai tersangkut saat melintasi jalur tersebut.
Salah seorang sopir mengecam kondisi tersebut dan mempertanyakan perencanaan pekerjaan. Menurutnya, perbaikan jembatan semestinya dibarengi dengan penyediaan akses alternatif agar masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman dan lancar.
“Kalau jembatan diperbaiki, seharusnya jalan alternatif juga disiapkan. Jangan sampai kendaraan yang lewat malah kesangkut dan masyarakat yang dirugikan,” keluhnya.
Di sisi lain, warga mengakui bahwa perbaikan jembatan memang penting untuk mendukung kelancaran dan keselamatan pengguna jalan dalam jangka panjang. Namun, menurut warga, proses pekerjaan jangan sampai justru semakin menyulitkan pengendara karena tidak adanya jalan alternatif.
Warga juga menyoroti aktivitas pekerjaan di lokasi. Menurut keterangan warga, meski jalan utama tersebut sedang dalam proses perbaikan jembatan, pekerja yang terlihat di lokasi setiap harinya disebut hanya sekitar satu hingga dua orang.
“Perbaikan memang penting, kami tidak mempersoalkan itu. Tapi kalau jalan utama diperbaiki, mestinya ada solusi untuk kendaraan. Apalagi kalau pekerja yang terlihat hanya satu atau dua orang setiap harinya, tentu warga bertanya-tanya kapan pekerjaan ini bisa selesai,” ujar warga.
Warga berharap pihak pelaksana dan pemerintah terkait memberikan penjelasan mengenai progres pekerjaan serta memastikan adanya solusi lalu lintas selama jembatan diperbaiki.
Masyarakat pada dasarnya mendukung perbaikan infrastruktur tersebut, namun berharap pelaksanaannya tetap memperhatikan akses, keselamatan, dan kepentingan para pengguna jalan.
Penulis : Alfin
Editor : Basori
Sumber Berita: Timeskota.com









