Perkuat Petani Garam, Bupati Fauzi Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju 2027

- Editorial Team

Rabu, 22 April 2026 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timeskota.com– Komitmen mewujudkan swasembada garam nasional kembali ditegaskan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melalui dorongan kuat terhadap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat posisi Sumenep sebagai salah satu sentra garam nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya menjadi narasumber dalam dialog khusus Maritim Fest yang disiarkan JTV, Selasa (21/4/2026) malam. Dalam forum bertema “Jawa Timur Benteng Swasembada Garam Nasional” itu, ia menekankan bahwa pembangunan sektor pergaraman tidak bisa berjalan optimal tanpa dukungan terintegrasi dari berbagai pihak.

Dalam forum tersebut, Achmad Fauzi menegaskan bahwa upaya peningkatan kesejahteraan petani garam tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah, melainkan membutuhkan sinergi lintas level pemerintahan.

“Pendampingan kepada petani garam bukan hanya tanggung jawab pemerintah kabupaten. Harus ada keterlibatan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar hasilnya maksimal,” ujarnya.

Baca Juga:  Aliansi Penyelamat Masyarakat Sumenep Desak Kejaksaan Negeri Sumenep Usut Tuntas Dugaan Pemalsuan TTD Kades Desa Kertasada

Ia mencontohkan pentingnya keberlanjutan program Program Pugar yang dinilai memiliki dampak signifikan terhadap produktivitas petani garam. Program tersebut, menurutnya, harus tetap berbasis kelompok tani guna memastikan efektivitas penyaluran bantuan.

“Program seperti Pugar sangat membantu, terutama dalam peningkatan kualitas produksi dari hulu, misalnya melalui bantuan geomembran. Namun bantuan itu sebaiknya diberikan kepada kelompok atau koperasi, bukan individu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Fauzi menekankan bahwa sektor garam memiliki dimensi strategis karena berkaitan langsung dengan kepentingan nasional. Oleh karena itu, intervensi pemerintah dalam bentuk bantuan teknologi maupun kebijakan harga dinilai sangat krusial.

Selain itu, ia juga menyoroti peran PT Garam yang dinilai harus lebih aktif dalam pembinaan sumber daya manusia petani garam, khususnya di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga:  Rikkes 2026 Digelar, Polres Sumenep Pastikan Personel Tetap Prima dan Siap Bertugas

“Petani garam di Sumenep tidak bisa dilepaskan dari keberadaan PT Garam. Kami berharap perusahaan ini juga berkontribusi dalam peningkatan kapasitas SDM petani,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mengawal aspek kesejahteraan petani, termasuk memastikan stabilitas harga garam agar tetap menguntungkan.

“Jika harga garam baik dan petani sejahtera, maka keberadaan PT Garam juga akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” imbuhnya.

Di sisi lain, Fauzi juga mengapresiasi inovasi pelaku usaha lokal yang mulai mengembangkan produk turunan garam, seperti garam konsumsi berkualitas hingga garam spa. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa komoditas garam memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara lebih luas.

“Garam tidak hanya untuk konsumsi pangan, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi produk bernilai tambah seperti garam spa. Ini peluang ekonomi yang harus terus didorong,” jelasnya.

Baca Juga:  Jelang Pelantikan, DPW AWDI DKI Jakarta Perkuat Konsolidasi dan Tegaskan Independensi Pers

Pemerintah Kabupaten Sumenep, kata dia, berkomitmen mendukung program nasional di sektor ketahanan pangan, termasuk swasembada garam.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai bantuan dan kebijakan yang mendorong peningkatan produksi.

Selain itu, pemerintah daerah juga siap mengawal rencana pengembangan teknologi baru yang akan dilakukan PT Garam bekerja sama dengan pihak ketiga.

Menutup pernyataannya, Bupati Fauzi menyampaikan harapan agar target swasembada garam nasional pada tahun 2027 dapat tercapai sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada impor.

“Kami optimistis target swasembada garam 2027 bisa terwujud. Ini penting untuk kepentingan nasional agar kita tidak lagi bergantung pada impor garam,” pungkasnya.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala SMPN 4 Sumenep Apresiasi Eco Rangers atas Bantuan Tempat Sampah, Dorong Kepedulian Lingkungan Sekolah
Serah Terima Jabatan Kepala SMPN 4 Sumenep, Harapan Baru untuk Kemajuan Pendidikan
Perkara 1 Ekor Ayam, Dugaan Intervensi Oknum Kades dalam Penanganan Perkara di Polsek Ambunten Disorot
Ironi Bantuan Air Sumenep: Daratan Disiram Bantuan, Kepulauan Sapeken Kekeringan Parah
Polresta Sumenep Tangkap Tersangka Penipuan Rp200 Juta yang Sempat Buron
Tragis! Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka
Sataretanan Sumenep Berdaya Bangun Kebersamaan Lewat Silaturahmi dan Maulid Nabi Muhammad SAW
AWDI Sumenep Pertanyakan Urgensi Penerapan E-Voting di Pilkades 2027
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Kepala SMPN 4 Sumenep Apresiasi Eco Rangers atas Bantuan Tempat Sampah, Dorong Kepedulian Lingkungan Sekolah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Serah Terima Jabatan Kepala SMPN 4 Sumenep, Harapan Baru untuk Kemajuan Pendidikan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Perkara 1 Ekor Ayam, Dugaan Intervensi Oknum Kades dalam Penanganan Perkara di Polsek Ambunten Disorot

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Ironi Bantuan Air Sumenep: Daratan Disiram Bantuan, Kepulauan Sapeken Kekeringan Parah

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Polresta Sumenep Tangkap Tersangka Penipuan Rp200 Juta yang Sempat Buron

Berita Terbaru