Perkuat Petani Garam, Bupati Fauzi Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju 2027

- Redaksi

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timeskota.com– Komitmen mewujudkan swasembada garam nasional kembali ditegaskan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melalui dorongan kuat terhadap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat posisi Sumenep sebagai salah satu sentra garam nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya menjadi narasumber dalam dialog khusus Maritim Fest yang disiarkan JTV, Selasa (21/4/2026) malam. Dalam forum bertema “Jawa Timur Benteng Swasembada Garam Nasional” itu, ia menekankan bahwa pembangunan sektor pergaraman tidak bisa berjalan optimal tanpa dukungan terintegrasi dari berbagai pihak.

Dalam forum tersebut, Achmad Fauzi menegaskan bahwa upaya peningkatan kesejahteraan petani garam tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah, melainkan membutuhkan sinergi lintas level pemerintahan.

“Pendampingan kepada petani garam bukan hanya tanggung jawab pemerintah kabupaten. Harus ada keterlibatan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar hasilnya maksimal,” ujarnya.

Baca Juga:  Tebar Kepedulian di Balik Jeruji, SMSI Sumenep–Ar-Raudah Computer Salurkan 500 Takjil ke Warga Rutan

Ia mencontohkan pentingnya keberlanjutan program Program Pugar yang dinilai memiliki dampak signifikan terhadap produktivitas petani garam. Program tersebut, menurutnya, harus tetap berbasis kelompok tani guna memastikan efektivitas penyaluran bantuan.

“Program seperti Pugar sangat membantu, terutama dalam peningkatan kualitas produksi dari hulu, misalnya melalui bantuan geomembran. Namun bantuan itu sebaiknya diberikan kepada kelompok atau koperasi, bukan individu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Fauzi menekankan bahwa sektor garam memiliki dimensi strategis karena berkaitan langsung dengan kepentingan nasional. Oleh karena itu, intervensi pemerintah dalam bentuk bantuan teknologi maupun kebijakan harga dinilai sangat krusial.

Selain itu, ia juga menyoroti peran PT Garam yang dinilai harus lebih aktif dalam pembinaan sumber daya manusia petani garam, khususnya di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga:  Yayasan Alif Batuputih Raih Apresiasi Masyarakat atas Pelaksanaan Program Makan Bergizi untuk 2.787 Penerima Manfaat

“Petani garam di Sumenep tidak bisa dilepaskan dari keberadaan PT Garam. Kami berharap perusahaan ini juga berkontribusi dalam peningkatan kapasitas SDM petani,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mengawal aspek kesejahteraan petani, termasuk memastikan stabilitas harga garam agar tetap menguntungkan.

“Jika harga garam baik dan petani sejahtera, maka keberadaan PT Garam juga akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” imbuhnya.

Di sisi lain, Fauzi juga mengapresiasi inovasi pelaku usaha lokal yang mulai mengembangkan produk turunan garam, seperti garam konsumsi berkualitas hingga garam spa. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa komoditas garam memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara lebih luas.

“Garam tidak hanya untuk konsumsi pangan, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi produk bernilai tambah seperti garam spa. Ini peluang ekonomi yang harus terus didorong,” jelasnya.

Baca Juga:  Hari Bidan Internasional 2026, Direktur RSUDMA: Bidan Garda Terdepan Penyelamat Ibu dan Bayi

Pemerintah Kabupaten Sumenep, kata dia, berkomitmen mendukung program nasional di sektor ketahanan pangan, termasuk swasembada garam.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai bantuan dan kebijakan yang mendorong peningkatan produksi.

Selain itu, pemerintah daerah juga siap mengawal rencana pengembangan teknologi baru yang akan dilakukan PT Garam bekerja sama dengan pihak ketiga.

Menutup pernyataannya, Bupati Fauzi menyampaikan harapan agar target swasembada garam nasional pada tahun 2027 dapat tercapai sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada impor.

“Kami optimistis target swasembada garam 2027 bisa terwujud. Ini penting untuk kepentingan nasional agar kita tidak lagi bergantung pada impor garam,” pungkasnya.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APBDes Kombang Disorot, Dugaan Tumpang Tindih Anggaran hingga Kegiatan Fiktif Mencuat
Proyek Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair Disorot, Ketua AWDI Sumenep Warning CV Gudang Satu
Uang Rakyat Rp2,57 Miliar, Jalan Batuan–Matanair Baru Dibangun Sudah Retak: Diduga Dikerjakan Asal-asalan
Yusuf Nahkodai Gapoktan Paseyan Periode 2026–2031, Bawa Semangat Baru untuk Petani
Pasar Tembakau Sumenep Kian Terbuka, Prancak 95 Mulai Dipasok ke Mitra PT Djarum
Bekali Generasi Muda, Polresta Sumenep Sosialisasikan Pemanfaatan AI di MAN Sumenep
RSUDMA Sumenep Perluas Layanan Urologi, Kini Bisa Diakses Peserta BPJS
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Perkuat Transformasi Digital melalui Sistem Rumah Sakit Online
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:33 WIB

APBDes Kombang Disorot, Dugaan Tumpang Tindih Anggaran hingga Kegiatan Fiktif Mencuat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:35 WIB

Proyek Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair Disorot, Ketua AWDI Sumenep Warning CV Gudang Satu

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Uang Rakyat Rp2,57 Miliar, Jalan Batuan–Matanair Baru Dibangun Sudah Retak: Diduga Dikerjakan Asal-asalan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Yusuf Nahkodai Gapoktan Paseyan Periode 2026–2031, Bawa Semangat Baru untuk Petani

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Pasar Tembakau Sumenep Kian Terbuka, Prancak 95 Mulai Dipasok ke Mitra PT Djarum

Berita Terbaru