IHSAN Sumenep Resmi Dibentuk, Satukan Alumni Pesantren se-Nusantara untuk Perkuat NKRI

- Redaksi

Sabtu, 16 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP | Timeskota.com — Gerakan konsolidasi santri lintas pesantren menguat di ujung timur Pulau Madura. Sejumlah alumni dari berbagai pondok pesantren besar di Indonesia menggelar pertemuan dan resmi membentuk Ikatan dan Himpunan Santri Alumni se-Nusantara (IHSAN) Kabupaten Sumenep, Sabtu (16/5/2026) di Cafe Kancakona, Sumenep.

Pembentukan IHSAN Sumenep menjadi langkah strategis mempererat silaturahmi antaralumni pesantren sekaligus menegaskan komitmen kalangan santri dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tokoh Alumni Hadir Lintas Pesantren  

Pertemuan ini dihadiri para tokoh alumni dari pesantren-pesantren besar di Jawa Timur dan Madura. Di antaranya K. Mohamad Arif dari PP Raudhatut Tholibin Sumenep (Ikabin), K. Ahmad Rasyadi, K. Noer Hayat Syah, dan K. Nahrawi Syuhairi dari PP Al-Amien Prenduan (Ikbal), K. Suhaidi dari PP Aswaj Ambunten, K. Moh. Halili dari PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo (P4NJ), K. Moh. Ali Muhsin dari PP Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan (Ikaba), Ustad Zaiful Anam dan K. M. Tiwdari Hammam dari PP Annuqayah Sumenep (IAA), serta Dr. H. Kholifi dari alumni PP Bangkalan.

Baca Juga:  Gubernur Bobby Ingin Promosikan Babi Panggang Karo ke Korea Selatan

IHSAN: Wadah Besar Santri se-Nusantara  

Inisiator Forum IHSAN, KH Muhammad Ali Cholil, menegaskan bahwa pembentukan IHSAN merupakan bagian dari penguatan jaringan alumni pesantren di tingkat kabupaten/kota seluruh Indonesia.

“Ya tadi itu kita membentuk pengurus koordinator IHSAN Kabupaten Sumenep,” ujar KH Muhammad Ali Cholil.

Ia menyebut, forum serupa telah lebih dulu terbentuk di Kalimantan Timur, meliputi Balikpapan, Samarinda, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara. Ke depan, IHSAN akan terus diperluas ke berbagai wilayah, termasuk Madura. Dalam waktu dekat, pembentukan juga menyasar Kabupaten Sampang dan Pamekasan.

Menurutnya, selama ini ikatan alumni masih berjalan sendiri-sendiri sesuai asal pesantren. IHSAN hadir sebagai rumah besar yang menghimpun seluruh organisasi alumni pesantren dari Sabang sampai Merauke.

Baca Juga:  Gadai Mas KCP Rubaru Gelar Sosialisasi di Desa Karangnangka, Warga Antusias Ikuti Kegiatan

Gagasan ini disambut baik oleh pesantren-pesantren besar di Jawa Timur, seperti Sukorejo, Nurul Jadid, Sidogiri, Genggong, Tambakberas, Darul Ulum Peterongan, Lirboyo, hingga Langitan.

Susunan Pengurus IHSAN Sumenep  

Dr. H. Kholifi Aziz menjelaskan hasil keputusan rapat: Ustad Zaiful Anam dari IAA Sumenep ditetapkan sebagai Ketua, K. Moh. Halili dari P4NJ Nurul Jadid Paiton sebagai Sekretaris, dan K. Suhaidi dari Jalsah Ahlussunnah Waljamaah Ambunten sebagai Bendahara.

“Alhamdulillah di Sumenep hari ini sudah terbentuk. Ini modal awal untuk memperkuat jaringan santri di daerah,” tambah KH Muhammad Ali Cholil.

Deklarasi Nasional di Bangkalan, Pusat di IKN  

KH Muhammad Ali Cholil mengungkapkan, pusat IHSAN direncanakan berada di Kalimantan Timur, tepatnya di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Sementara deklarasi nasional dijadwalkan berlangsung di Bangkalan.

Baca Juga:  Maulid Nabi di MDT Miftahul Ulum Jadi Momentum Penguatan Pendidikan Akhlak Santri

Lebih dari sekadar silaturahmi, IHSAN juga akan melakukan pendataan jaringan alumni pesantren di setiap daerah. Data yang dihimpun mencakup pesantren, guru, dan para kiai yang memiliki hubungan dengan alumni di masing-masing kabupaten/kota.

Puncak agenda IHSAN Nasional adalah deklarasi nasional dan haul akbar yang akan digelar 31 Oktober 2026, bertepatan 20 Jumadil Ula, di Pondok Pesantren Salafiyah Al Falah Kepang, Bangkalan. Acara tersebut juga akan diisi tahlil bersama untuk para masyayikh, syuhada, dan pahlawan nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan ulama dan pendiri bangsa.

Langkah Nyata Santri Jaga Persatuan  

Pembentukan IHSAN Sumenep menandai babak baru gerakan santri dalam merawat kebangsaan. Di tengah tantangan zaman, jaringan alumni pesantren diharapkan menjadi simpul penguat ukhuwah, penjaga tradisi keilmuan, sekaligus motor penggerak kontribusi santri untuk Indonesia.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APBDes Kombang Disorot, Dugaan Tumpang Tindih Anggaran hingga Kegiatan Fiktif Mencuat
Proyek Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair Disorot, Ketua AWDI Sumenep Warning CV Gudang Satu
Uang Rakyat Rp2,57 Miliar, Jalan Batuan–Matanair Baru Dibangun Sudah Retak: Diduga Dikerjakan Asal-asalan
Yusuf Nahkodai Gapoktan Paseyan Periode 2026–2031, Bawa Semangat Baru untuk Petani
Pasar Tembakau Sumenep Kian Terbuka, Prancak 95 Mulai Dipasok ke Mitra PT Djarum
Bekali Generasi Muda, Polresta Sumenep Sosialisasikan Pemanfaatan AI di MAN Sumenep
RSUDMA Sumenep Perluas Layanan Urologi, Kini Bisa Diakses Peserta BPJS
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Perkuat Transformasi Digital melalui Sistem Rumah Sakit Online

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:33 WIB

APBDes Kombang Disorot, Dugaan Tumpang Tindih Anggaran hingga Kegiatan Fiktif Mencuat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:35 WIB

Proyek Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair Disorot, Ketua AWDI Sumenep Warning CV Gudang Satu

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Uang Rakyat Rp2,57 Miliar, Jalan Batuan–Matanair Baru Dibangun Sudah Retak: Diduga Dikerjakan Asal-asalan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Yusuf Nahkodai Gapoktan Paseyan Periode 2026–2031, Bawa Semangat Baru untuk Petani

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Pasar Tembakau Sumenep Kian Terbuka, Prancak 95 Mulai Dipasok ke Mitra PT Djarum

Berita Terbaru