KALIANGET | timeskota.com – Suasana penuh khidmat mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Miftahul Ulum, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Kamis (13/8/2026). Sekitar 600 jamaah hadir dalam kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana memperkuat pendidikan akhlak dan ilmu agama bagi generasi muda.
Mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW untuk Membangun Generasi Qur’ani yang Berakhlak Mulia”, kegiatan tersebut diikuti para santri, wali santri, pengurus madrasah, tokoh masyarakat, serta jamaah dari lingkungan sekitar.
Peringatan Maulid Nabi menghadirkan Habib Ali Ridho bin Ali Haddad dari Talango, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, sebagai penceramah. Kehadiran beliau memberikan penguatan kepada jamaah mengenai pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, pengurus MDT Miftahul Ulum menekankan bahwa keberhasilan pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara guru, orang tua, dan masyarakat.
«“Murid tanpa guru tidak ada artinya, guru tanpa murid tidak ada gunanya. Oleh sebab itu, mari kita sama-sama menjaga anak-anak dengan membekali ilmu agama sejak usia dini, demi mencetak generasi yang beradab, berilmu, dan beragama.”»
Pesan tersebut menegaskan bahwa pendidikan anak tidak cukup hanya mengandalkan lingkungan madrasah. Peran guru dalam memberikan ilmu dan keteladanan perlu berjalan seiring dengan perhatian serta pendampingan orang tua di rumah.
Pengurus MDT Miftahul Ulum juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi muda dari berbagai tantangan zaman. Bekal ilmu agama sejak dini dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter anak agar memiliki akhlak yang baik, menghormati orang tua dan guru, serta mampu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan.
Melalui momentum Maulid Nabi, para santri tidak hanya diajak mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga memahami bahwa Rasulullah merupakan teladan utama dalam membangun kehidupan yang berlandaskan akhlak mulia.
Kejujuran, kesabaran, kasih sayang, rendah hati, dan menghormati sesama menjadi nilai-nilai yang diharapkan tumbuh dalam diri para santri. Generasi Qur’ani yang diharapkan bukan hanya generasi yang mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjadikan ajaran Al-Qur’an sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak.
Dengan semangat kebersamaan antara guru, orang tua, santri, dan masyarakat, MDT Miftahul Ulum terus berkomitmen memberikan pendidikan agama sejak dini sebagai ikhtiar bersama untuk melahirkan generasi yang beradab, berilmu, beragama, dan berakhlak mulia.









