Kabid GTK Disdik Sumenep Usung Program Taretan Sumenep, Solusi Kekurangan Guru di Daerah Terpencil

- Redaksi

Rabu, 22 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Akhmad Fairusi, S.Pd., M.AP., memaparkan program Taretan Sumenep sebagai strategi mengatasi kekurangan guru di wilayah daratan dan kepulauan.

Kabid GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Akhmad Fairusi, S.Pd., M.AP., memaparkan program Taretan Sumenep sebagai strategi mengatasi kekurangan guru di wilayah daratan dan kepulauan.

JOGJAKARTA | timeskota.com – Krisis kekurangan guru yang masih membayangi sejumlah sekolah, terutama di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, melahirkan sebuah terobosan baru dari Dinas Pendidikan (Disdik) setempat. Di tengah meningkatnya jumlah guru yang memasuki masa pensiun dan terbatasnya rekrutmen aparatur sipil negara (ASN), Disdik menggagas Program Taretan Sumenep (Talenta Relawan Pendidikan Sumenep) dengan melibatkan mahasiswa semester akhir sebagai relawan pengajar guna memastikan layanan pendidikan tetap berjalan merata hingga ke daerah terpencil.

Gagasan inovatif tersebut dipresentasikan oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Akhmad Fairusi, S.Pd., M.AP., dalam Seminar Presentasi Rancangan Aksi Perubahan (RAP) Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Tahun 2026 di Badan Diklat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (21/7/2026).Melalui program ini, Disdik Sumenep ingin membangun kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sekolah sebagai solusi nyata untuk mengatasi defisit tenaga pendidik sekaligus memperluas akses pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak di Kabupaten Sumenep, termasuk di wilayah kepulaua.

Baca Juga:  Yayasan Alif Batuputih Raih Apresiasi Masyarakat atas Pelaksanaan Program Makan Bergizi untuk 2.787 Penerima Manfaat

Dalam kegiatan tersebut, Fairusi tergabung dalam Kelompok III PKA Angkatan II Tahun 2026. Penyusunan hingga presentasi aksi perubahan mendapat pendampingan dari Coach Dr. Ir. Aswin Eka Adhi, M.Si., sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, S.Pd., M.T., hadir sebagai mentor yang memberikan arahan, masukan, serta penguatan terhadap inovasi yang diusung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Fairusi, persoalan kekurangan guru tidak bisa lagi hanya mengandalkan rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) yang jumlahnya terbatas setiap tahun. Dibutuhkan solusi inovatif yang mampu menjawab kebutuhan sekolah secara cepat tanpa mengurangi mutu pembelajaran.

“Program Taretan Sumenep kami hadirkan sebagai solusi nyata untuk membantu sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan guru, terutama di wilayah kepulauan dan daerah terpencil. Yang ingin kami jaga adalah hak setiap anak untuk tetap memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas,” ujar Fairusi.

Ia menjelaskan, tahap awal pelaksanaan program akan dimulai melalui kemitraan dengan perguruan tinggi di Pulau Madura, khususnya yang berada di Kabupaten Sumenep. Setelah berjalan optimal, kerja sama tersebut akan diperluas dengan melibatkan perguruan tinggi di berbagai daerah.

Baca Juga:  Diduga Berjamur, Menu MBG di Lenteng Barat Bikin Geger, Dapur Yayasan Darul Arqom Disorot

“Tahap pertama kami fokus menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep. Selanjutnya, kolaborasi ini akan diperluas ke perguruan tinggi di luar Madura agar semakin banyak pihak yang ikut berkontribusi,” jelasnya.

Fairusi menilai mahasiswa semester akhir memiliki bekal akademik yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah. Selain membantu mengatasi kekurangan guru, program ini juga menjadi wadah pengabdian bagi generasi muda sekaligus memberikan pengalaman mengajar secara langsung.

“Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman mengajar, tetapi juga memiliki kesempatan mengabdi kepada daerah asalnya. Kami ingin membangun semangat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Agar program memiliki dasar hukum yang kuat dan berkelanjutan, Disdik Sumenep mendorong terjalinnya nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan perguruan tinggi sebagai mitra resmi Program Taretan Sumenep.

Baca Juga:  Gebrakan Pendidikan! Guru Ar-Rasyid Duko Tembus PPG Kemenag 2025

“Harapan kami ke depan akan terbangun nota kesepahaman atau MoU antara Pemerintah Kabupaten Sumenep yang dipimpin Bapak Bupati dengan perguruan tinggi sebagai mitra resmi Program Taretan Sumenep,” ungkapnya.

Menurut Fairusi, kolaborasi tersebut akan memberikan manfaat bagi semua pihak. Sekolah memperoleh tambahan tenaga pendidik, mahasiswa mendapatkan pengalaman lapangan, perguruan tinggi dapat mengoptimalkan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sementara pemerintah daerah memperoleh solusi nyata dalam mengatasi defisit guru.

Menutup paparannya, Fairusi berharap Program Taretan Sumenep tidak hanya menjadi solusi jangka pendek atas kekurangan guru, tetapi juga berkembang menjadi model kolaborasi pendidikan yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di berbagai daerah. Menurutnya, keberhasilan program ini bergantung pada sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat demi memastikan seluruh anak di Kabupaten Sumenep memperoleh hak yang sama atas pendidikan berkualitas, tanpa terkendala keterbatasan tenaga pendidik.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SEMINAR ETIKA BERMEDIA SOSIAL SMP Negeri 1 Nonggunong Bekerja Sama dengan Peserta KKN Posko 36 Universitas Ibrahimy Situbondo
Diduga “Hilang Ditelan Bumi”, Website Desa se-Kecamatan Rubaru Jadi Sorotan; Aktivis Siap Audiensi
SMPN 1 Nonggunong Paparkan Program Sekolah 2026/2027, Libatkan Orang Tua Wujudkan Pendidikan Berkualitas
Estafet Kepemimpinan PERSIS Deli Serdang: Prastyo Cahyadi Emban Amanah Masa Jihad 2026–2030
Kapolresta Sumenep Buka Ruang Dialog dengan Jurnalis dan Aktivis, Dorong Transparansi Informasi
Silaturahmi Pengusaha Tembakau dengan Ketua PCNU Sumenep Perkuat Sinergi Demi Kesejahteraan Petani
Bhabinkamtibmas Polsek Prenduan Monitoring Budidaya Melon, Wujud Nyata Dukungan Polri terhadap Ketahanan Pangan Nasional
POLRESTA SUMENEP DUKUNG SWASEMBADA PANGAN, BHABINKAMTIBMAS POLSEK AMBUNTEN PANEN PADI BERSAMA PETANI DI DESA TAMBA’AGUNG

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:33 WIB

SEMINAR ETIKA BERMEDIA SOSIAL SMP Negeri 1 Nonggunong Bekerja Sama dengan Peserta KKN Posko 36 Universitas Ibrahimy Situbondo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:24 WIB

Diduga “Hilang Ditelan Bumi”, Website Desa se-Kecamatan Rubaru Jadi Sorotan; Aktivis Siap Audiensi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:48 WIB

SMPN 1 Nonggunong Paparkan Program Sekolah 2026/2027, Libatkan Orang Tua Wujudkan Pendidikan Berkualitas

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:41 WIB

Estafet Kepemimpinan PERSIS Deli Serdang: Prastyo Cahyadi Emban Amanah Masa Jihad 2026–2030

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:13 WIB

Kapolresta Sumenep Buka Ruang Dialog dengan Jurnalis dan Aktivis, Dorong Transparansi Informasi

Berita Terbaru