UIN Madura Terdepan dalam Tata Kelola Digital, Raih Peringkat I Implementasi CMS Terbaik

- Redaksi

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simbolik: Ketua Senat UIN Madura, Prof. Achmad Muhlis, menerima penghargaan CMS terbaik dari KPPN Pamekasan.

Simbolik: Ketua Senat UIN Madura, Prof. Achmad Muhlis, menerima penghargaan CMS terbaik dari KPPN Pamekasan.

timeskota.com – Universitas Islam Negeri Madura kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang adaptif terhadap transformasi birokrasi modern. Kampus ini meraih penghargaan peringkat pertama sebagai satuan kerja dengan implementasi Cash Management System (CMS) terbaik Semester II Tahun 2025 dari KPPN Pamekasan.

Capaian tersebut tidak sekadar penghargaan administratif, melainkan refleksi keberhasilan reformasi tata kelola keuangan berbasis digital yang mengedepankan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas publik.

Penghargaan yang diberikan pada Semester II Tahun 2025 itu menjadi indikator konkret bahwa transformasi manajerial di lingkungan kampus telah bergerak dari pola birokrasi konvensional menuju sistem digital governance yang terintegrasi dan modern.

Demikian dijelaskan Rektor UIN Madura, Saiful Hadi, pada Rabu (25/2). Dalam perspektif sosiologis, baginya, capaian ini menunjukkan perubahan habitus birokrasi dari model administratif tradisional menuju model digital governance.

Sementara dalam perspektif lainnya, penghargaan tersebut mencerminkan efektivitas sistem, efisiensi operasional, serta integritas dalam pengelolaan keuangan publik.Prestasi ini menandai bahwa universitas tidak hanya unggul dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga dalam tata kelola keuangan yang akuntabel dan adaptif terhadap sistem perbankan modern.

Diketahui, CMS merupakan sistem pengelolaan keuangan berbasis perbankan yang memungkinkan institusi melakukan transaksi secara cepat, aman, dan terintegrasi.

Baca Juga:  Kolaborasi Polsek Guluk-Guluk dan Resmob Polresta Sumenep Berbuah Hasil, Terduga Pelaku Penganiayaan Ditangkap

Dalam konteks UIN Madura, implementasi CMS dinilai melalui dua instrumen utama. Pertama, kecepatan dalam melakukan perintah pembayaran, baik untuk kebutuhan internal sivitas akademika maupun kepada vendor dan mitra kerja. Kedua, ketepatan, keamanan, dan akuntabilitas publik dalam sistem pengelolaan keuangan yang diterapkan.

Sementara itu, Ketua Senat UIN Madura, Prof. Achmad Muhlis, mengatakan bahwa kecepatan dan ketepatan merupakan dua indikator kinerja utama (key performance indicators) yang menentukan kualitas layanan organisasi.Organisasi publik yang lambat dan tidak presisi akan kehilangan kepercayaan stakeholder.

Dengan CMS tersebut, proses pembayaran tidak lagi bergantung pada prosedur manual yang panjang, tetapi berbasis sistem elektronik yang terstandar dan terdokumentasi secara digital.

Kecepatan transaksi mencerminkan efisiensi alur kerja (workflow efficiency). Kemampuan UIN Madura melakukan perintah pembayaran secara cepat menunjukkan koordinasi internal yang baik antara unit keuangan dan pengguna anggaran, disiplin administratif, dan integrasi sistem perbankan dengan mekanisme kerja institusi.

Adapun dalam perspektif sosiologi, ujar dia, percepatan layanan keuangan meningkatkan kepuasan sivitas akademika dan mitra kerja. Vendor yang menerima pembayaran tepat waktu akan memperkuat kepercayaan institusional.

“Civitas akademika yang mendapatkan haknya tanpa penundaan merasakan keadilan administratif. Kecepatan bukan sekadar teknis, tetapi juga simbol kehadiran negara dan institusi yang responsif,” tambahnya.

Baca Juga:  Aliansi Penyelamat Masyarakat Sumenep Desak Kejaksaan Negeri Sumenep Usut Tuntas Dugaan Pemalsuan TTD Kades Desa Kertasada

Dimensi kedua dari penilaian CMS adalah ketepatan dan keamanan. Dalam teori tata kelola publik (good governance), akuntabilitas adalah prinsip utama. Institusi publik harus dapat mempertanggungjawabkan setiap transaksi secara transparan.

Artinya, CMS memungkinkan dokumentasi transaksi secara real-time, jejak audit digital yang jelas, pengurangan risiko kesalahan manual, serta pencegahan potensi penyimpangan.

Dalam perspektif manajemen risiko, sistem digital meminimalisir human error dan potensi fraud, sekaligus membangun trust sosial melalui sistem yang transparan.

Sementara akuntabilitas publik dalam pengelolaan keuangan bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga kewajiban moral institusi pendidikan yang mengelola dana negara.

Keberhasilan implementasi CMS menunjukkan bahwa UIN Madura telah bergerak menuju modernisasi birokrasi. Weber menyebutnya sebagai birokrasi rasional, yakni sistem yang berbasis aturan, efisiensi, dan profesionalisme.

“Namun demikian, birokrasi modern tidak cukup hanya rasional saja, ia harus adaptif terhadap teknologi. CMS adalah bentuk digitalisasi tata kelola yang menjadikan sistem lebih transparan dan akurat,” terangnya.

Prestasi ini memiliki implikasi luas, di antaranya meningkatkan reputasi institusi di tingkat daerah dan nasional, memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan UIN Madura, mendorong budaya kerja profesional dan disiplin administratif, serta menjadi model tata kelola bagi institusi lain di Kabupaten Pamekasan.

Baca Juga:  Ansor Sumenep Tolak Impor Tanpa Sertifikat Halal, Ancam Boikot Produk AS

“Kepercayaan dan reputasi ini merupakan aset penting dalam membangun jejaring kerja sama dan pengembangan institusi,” tukasnya.

Meski penghargaan ini patut diapresiasi, refleksi kritis tetap diperlukan. Prestasi administratif harus dijaga konsistensinya. Digitalisasi menuntut peningkatan kompetensi SDM, penguatan keamanan siber, serta evaluasi berkelanjutan terhadap sistem.

Manajemen modern menekankan prinsip continuous improvement. Penghargaan bukan tujuan akhir, melainkan indikator bahwa sistem berjalan sesuai standar.

“Sedangkan tantangannya adalah mempertahankan dan meningkatkan kualitas tersebut di masa-masa mendatang,” tegasnya.

Penghargaan CMS Terbaik Semester II Tahun 2025 dari KPPN Pamekasan kepada UIN Madura menunjukkan bahwa institusi ini tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga dalam tata kelola keuangan yang modern dan akuntabel.

Capaian tersebut memperkuat legitimasi institusi di ruang publik sekaligus mencerminkan efektivitas sistem, efisiensi proses, dan akuntabilitas organisasi.

Apresiasi ini layak dimaknai bukan hanya sebagai kebanggaan, tetapi sebagai bukti bahwa transformasi digital dan profesionalisme birokrasi dapat berjalan harmonis dalam institusi pendidikan tinggi Islam.

“Dengan demikian, CMS bukan sekadar sistem pembayaran, melainkan simbol tata kelola yang matang,yang mempertemukan kecepatan, ketepatan, keamanan, dan tanggung jawab publik dalam satu kesatuan manajerial yang unggul,” pungkasnya.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APBDes Kombang Disorot, Dugaan Tumpang Tindih Anggaran hingga Kegiatan Fiktif Mencuat
Proyek Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair Disorot, Ketua AWDI Sumenep Warning CV Gudang Satu
Uang Rakyat Rp2,57 Miliar, Jalan Batuan–Matanair Baru Dibangun Sudah Retak: Diduga Dikerjakan Asal-asalan
Yusuf Nahkodai Gapoktan Paseyan Periode 2026–2031, Bawa Semangat Baru untuk Petani
Pasar Tembakau Sumenep Kian Terbuka, Prancak 95 Mulai Dipasok ke Mitra PT Djarum
Bekali Generasi Muda, Polresta Sumenep Sosialisasikan Pemanfaatan AI di MAN Sumenep
RSUDMA Sumenep Perluas Layanan Urologi, Kini Bisa Diakses Peserta BPJS
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Perkuat Transformasi Digital melalui Sistem Rumah Sakit Online

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:33 WIB

APBDes Kombang Disorot, Dugaan Tumpang Tindih Anggaran hingga Kegiatan Fiktif Mencuat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:35 WIB

Proyek Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair Disorot, Ketua AWDI Sumenep Warning CV Gudang Satu

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Uang Rakyat Rp2,57 Miliar, Jalan Batuan–Matanair Baru Dibangun Sudah Retak: Diduga Dikerjakan Asal-asalan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Yusuf Nahkodai Gapoktan Paseyan Periode 2026–2031, Bawa Semangat Baru untuk Petani

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Pasar Tembakau Sumenep Kian Terbuka, Prancak 95 Mulai Dipasok ke Mitra PT Djarum

Berita Terbaru