Panen Tembakau Madura 2026, Farid Azziyadi Dorong Djarum Segera Beri Kepastian Pembelian

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP | timeskota.com – Aktivis pemerhati petani, Farid Azziyadi, mendesak PT Djarum segera memberikan kepastian terkait pembelian tembakau Madura pada musim panen 2026. Menurutnya, ketidakjelasan pembelian dan patokan harga dari perusahaan besar tersebut membuat petani maupun pengusaha tembakau lokal masih berada dalam posisi menunggu.

Farid menilai, sebagai salah satu perusahaan besar yang memiliki pengaruh terhadap tata niaga tembakau, keputusan Djarum dapat menjadi salah satu rujukan bagi pergerakan harga di tingkat petani.

“Harapan saya kepada perusahaan Djarum, baik yang ada di Pamekasan maupun Jawa Timur, segera membeli tembakau petani dengan mengukur kualitas-kualitasnya,” ujar Farid.

Ia mengatakan, persoalan yang paling ditunggu saat ini adalah kepastian pembelian sekaligus harga tertinggi yang akan diberlakukan Djarum. Hingga kini, menurut dia, informasi mengenai harga tertinggi tersebut belum jelas.

Baca Juga:  Pencairan Dana Diduga Dipersulit, Anggota Arisan Get di Sumenep Soroti Ketidakadilan Pengelola

“Djarum ini ditunggu-tunggu oleh petani. Kalau harga tertingginya belum jelas, pengusaha lokal juga menunggu. Sebenarnya berapa patokan Djarum?” katanya.

Farid menilai ketidakjelasan tersebut dapat memengaruhi posisi tawar petani. Di satu sisi, petani mulai memasuki masa panen dan membutuhkan kepastian pasar. Di sisi lain, gudang-gudang lokal juga membutuhkan referensi harga dari perusahaan besar.

Menurutnya, Djarum tidak cukup hanya melakukan pembelian melalui jaringan tertentu. Perusahaan perlu memberikan kejelasan mengenai mekanisme pembelian, standar kualitas, dan rentang harga yang berlaku.

“Kalau memang betul Djarum peduli kepada petani, harus ada langkah konkret. Jangan sampai petani terus menunggu sementara harga di lapangan tidak jelas,” tegasnya.

Baca Juga:  Sidang PMH di PN Balige, Saksi Ungkap Proses Adat Batu Demban Terkait Rumah Sengketa

Farid juga mengingatkan gudang dan pengusaha lokal agar tidak menjadikan belum jelasnya harga Djarum sebagai alasan untuk membeli tembakau petani dengan harga rendah.

“Tidak ada alasan membeli tembakau dengan harga rendah kalau kualitasnya bagus. Harga harus sesuai dengan kualitas,” ujarnya.

Ia pun meminta petani tetap menjaga mutu tembakau. Menurut Farid, tembakau sebaiknya dipanen setelah cukup tua agar kualitasnya maksimal dan memiliki nilai jual lebih baik.

Menurut Farid, musim panen seharusnya menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk menciptakan tata niaga tembakau yang lebih transparan dan berpihak pada kualitas. Kepastian pembelian, standar penilaian, serta harga yang proporsional dinilai penting agar petani tidak menjadi pihak yang paling dirugikan dalam rantai perdagangan.

Baca Juga:  Ketua KAKI Jatim: Road Barrier di Jalan Basuki Rahmat Mengakibatkan Laka Lantas, Dishub Kota Surabaya Dapat Kena Sanksi Pasal 275 Ayat (2)

Ia berharap PT Djarum segera menyampaikan sikap secara terbuka sehingga petani dan pelaku usaha di Madura tidak terus berada dalam ketidakpastian.

“Petani tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya ingin kepastian: Djarum membeli, standarnya jelas, dan harga tertingginya jelas. Itu yang ditunggu,” pungkas Farid Azziyadi.

Dengan demikian, kepastian dari PT Djarum dinilai menjadi salah satu hal yang paling ditunggu dalam menentukan arah perdagangan tembakau Madura tahun ini. Petani berharap keputusan pembelian segera disampaikan secara terbuka agar mereka dapat menentukan langkah penjualan dengan lebih tenang, sementara pelaku usaha lokal memiliki acuan harga yang jelas dan tidak terjadi permainan harga yang merugikan petani

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banggar DPRD Sumenep Bahas P-APBD 2026, Struktur Anggaran Kembali Bergeser
Semarak HUT RI ke-81 dan HUT ke-25 Demokrat, DPC Demokrat Sumenep Gelar Lomba Rakyat
APBDes Desa Kombang Talango 2024–2025 Dipertanyakan, Diam Bukan Jawaban
Terparkir Berdebu, Mobil Dinas Berpelat Merah Jadi Sorotan Ketua AWDI Sumenep
Haswal Group Buka Pembelian Perdana Tembakau Sumenep, Harga Capai Rp70 Ribu
APBDes Kombang Disorot, Dugaan Tumpang Tindih Anggaran hingga Kegiatan Fiktif Mencuat
Proyek Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair Disorot, Ketua AWDI Sumenep Warning CV Gudang Satu
Uang Rakyat Rp2,57 Miliar, Jalan Batuan–Matanair Baru Dibangun Sudah Retak: Diduga Dikerjakan Asal-asalan

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:28 WIB

Banggar DPRD Sumenep Bahas P-APBD 2026, Struktur Anggaran Kembali Bergeser

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Panen Tembakau Madura 2026, Farid Azziyadi Dorong Djarum Segera Beri Kepastian Pembelian

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Semarak HUT RI ke-81 dan HUT ke-25 Demokrat, DPC Demokrat Sumenep Gelar Lomba Rakyat

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:13 WIB

APBDes Desa Kombang Talango 2024–2025 Dipertanyakan, Diam Bukan Jawaban

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Terparkir Berdebu, Mobil Dinas Berpelat Merah Jadi Sorotan Ketua AWDI Sumenep

Berita Terbaru