Spirit Kelubangsaan Majelis Salakan

- Editorial Team

Minggu, 10 Mei 2026 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini

Oleh Penggagas Majelis Salakan

 

Timeskota.com “Majelis Salakan” pada hakikatnya merupakan manifestasi dari spirit kelubangsaan yang tumbuh secara alami di kalangan alumni dan santri Lubangsa. Spirit kelubangsaan ini tidak hanya dimaknai sebagai ikatan emosional atau kesamaan latar belakang, tetapi lebih jauh sebagai kesadaran kolektif yang berakar pada nilai, tradisi, dan warisan keilmuan yang telah ditanamkan oleh para Pengasuh.

 

Dalam konteks tersebut, Salakan hadir sebagai ruang bersama yang menyalurkan dan mengaktualisasikan semangat kelubangsaan ke dalam bentuk partisipasi yang produktif. Spirit ini menjadi landasan utama dalam menghimpun potensi alumni, memperkuat kebersamaan, serta mendorong lahirnya kontribusi nyata bagi pengembangan Lubangsa secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Hari Bidan Internasional 2026, Direktur RSUDMA: Bidan Garda Terdepan Penyelamat Ibu dan Bayi

 

Sebagai sebuah forum yang bersifat kultural dan partisipatif, Majelis Salakan tidak dibangun dalam kerangka organisasi formal yang kaku, melainkan sebagai wadah yang fleksibel namun tetap memiliki arah dan tujuan yang jelas. Landasan ini dipilih agar Salakan mampu menjadi jembatan penghubung antara gagasan, sumber daya, dan potensi alumni tanpa terjebak pada batasan struktural, sekaligus tetap selaras dengan sistem dan kelembagaan yang telah ada.

Baca Juga:  STAI Al Hikmah Medan: Jika Kegiatan Akademik Diganggu, Kami Akan Tempuh Jalur Hukum

 

Lebih dari itu, Salakan juga membawa semangat baru dalam menggerakkan peran alumni, yaitu semangat kolaborasi, penguatan kapasitas, dan orientasi pada kemanfaatan yang lebih luas. Semangat ini merupakan bentuk pengembangan dari nilai-nilai yang telah diwariskan, sehingga apa yang dibangun tidak tercerabut dari akar tradisi, melainkan menjadi kelanjutan yang relevan dengan tantangan zaman.

 

Namun demikian, spirit kelubangsaan yang diusung dalam Majelis Salakan tidak berdiri secara eksklusif. Salakan tetap menempatkan diri dalam bingkai yang lebih besar, yaitu ke-Annuqayah-an sebagai identitas utama. Dengan demikian, setiap gerak dan arah pengembangan Salakan senantiasa berpijak pada nilai, tradisi, dan orientasi yang sejalan dengan Pondok Pesantren An-Nuqayah. �

Baca Juga:  Pengurus KOPRI PMII FSH Gelar Aksi Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama di Medan

 

Berdasarkan landasan tersebut, tujuan berdirinya Majelis Salakan menjadi semakin tegas, yaitu membangun dan memperkuat partisipasi alumni secara produktif, menjaga kesinambungan nilai dan tradisi, serta menghadirkan kemanfaatan yang nyata bagi santri, alumni, dan masyarakat luas. Dengan kata lain, Salakan merupakan upaya kolektif untuk merawat identitas, memperkuat kebersamaan, dan mengembangkan potensi secara berkelanjutan dalam satu kesatuan nilai yang utuh. �

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kalau NU Terpuruk Gara-Gara Alumni HMI, Berarti Kaderisasi PMII Tak Pernah Berhasil?
Merdeka di Tiang Bendera
Merdeka di Bendera; Kemerdekaan yang Dirayakan, Keadilan yang Dipertanyakan
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik Vs Kepemimpinan Birokrasi
Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan
MBG: Malaikat Berjubah Gelap
Rektor atau Maling Kelas Kakap?

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:35 WIB

Kalau NU Terpuruk Gara-Gara Alumni HMI, Berarti Kaderisasi PMII Tak Pernah Berhasil?

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Merdeka di Tiang Bendera

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Merdeka di Bendera; Kemerdekaan yang Dirayakan, Keadilan yang Dipertanyakan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:39 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:55 WIB

Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik Vs Kepemimpinan Birokrasi

Berita Terbaru