Spirit Kelubangsaan Majelis Salakan

- Redaksi

Minggu, 10 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini

Oleh Penggagas Majelis Salakan

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Timeskota.com “Majelis Salakan” pada hakikatnya merupakan manifestasi dari spirit kelubangsaan yang tumbuh secara alami di kalangan alumni dan santri Lubangsa. Spirit kelubangsaan ini tidak hanya dimaknai sebagai ikatan emosional atau kesamaan latar belakang, tetapi lebih jauh sebagai kesadaran kolektif yang berakar pada nilai, tradisi, dan warisan keilmuan yang telah ditanamkan oleh para Pengasuh.

 

Dalam konteks tersebut, Salakan hadir sebagai ruang bersama yang menyalurkan dan mengaktualisasikan semangat kelubangsaan ke dalam bentuk partisipasi yang produktif. Spirit ini menjadi landasan utama dalam menghimpun potensi alumni, memperkuat kebersamaan, serta mendorong lahirnya kontribusi nyata bagi pengembangan Lubangsa secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Pendatang Baru TikTok, Host Wawa Menang Telak di PK Internasional dengan Raihan Lebih dari 2 Juta Koin

 

Sebagai sebuah forum yang bersifat kultural dan partisipatif, Majelis Salakan tidak dibangun dalam kerangka organisasi formal yang kaku, melainkan sebagai wadah yang fleksibel namun tetap memiliki arah dan tujuan yang jelas. Landasan ini dipilih agar Salakan mampu menjadi jembatan penghubung antara gagasan, sumber daya, dan potensi alumni tanpa terjebak pada batasan struktural, sekaligus tetap selaras dengan sistem dan kelembagaan yang telah ada.

Baca Juga:  Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

 

Lebih dari itu, Salakan juga membawa semangat baru dalam menggerakkan peran alumni, yaitu semangat kolaborasi, penguatan kapasitas, dan orientasi pada kemanfaatan yang lebih luas. Semangat ini merupakan bentuk pengembangan dari nilai-nilai yang telah diwariskan, sehingga apa yang dibangun tidak tercerabut dari akar tradisi, melainkan menjadi kelanjutan yang relevan dengan tantangan zaman.

 

Namun demikian, spirit kelubangsaan yang diusung dalam Majelis Salakan tidak berdiri secara eksklusif. Salakan tetap menempatkan diri dalam bingkai yang lebih besar, yaitu ke-Annuqayah-an sebagai identitas utama. Dengan demikian, setiap gerak dan arah pengembangan Salakan senantiasa berpijak pada nilai, tradisi, dan orientasi yang sejalan dengan Pondok Pesantren An-Nuqayah. �

Baca Juga:  Teddy Robinson Disorot, Akselerasi Pembangunan Kemayoran Dinilai Belum Optimal

 

Berdasarkan landasan tersebut, tujuan berdirinya Majelis Salakan menjadi semakin tegas, yaitu membangun dan memperkuat partisipasi alumni secara produktif, menjaga kesinambungan nilai dan tradisi, serta menghadirkan kemanfaatan yang nyata bagi santri, alumni, dan masyarakat luas. Dengan kata lain, Salakan merupakan upaya kolektif untuk merawat identitas, memperkuat kebersamaan, dan mengembangkan potensi secara berkelanjutan dalam satu kesatuan nilai yang utuh. �

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel timeskota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik Vs Kepemimpinan Birokrasi
Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan
MBG: Malaikat Berjubah Gelap
Rektor atau Maling Kelas Kakap?
LSM: Lapar Siang Malam
Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi
Serapan Anggaran Melambat, Disparitas Membesar

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:39 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:55 WIB

Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik Vs Kepemimpinan Birokrasi

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:43 WIB

Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:12 WIB

MBG: Malaikat Berjubah Gelap

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:40 WIB

Rektor atau Maling Kelas Kakap?

Berita Terbaru