Oleh Fausi As
Timeskota.com | Pada awalnya saya termasuk orang yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bukan karena saya bagian dari pemerintah. Bukan pula karena saya mendapat manfaat apa pun dari program itu.
Alasan saya sederhana. Negeri ini memiliki jutaan keluarga yang masih menghitung setiap butir beras sebelum dimasak. Program yang menjamin anak-anak mendapatkan makanan bergizi terdengar seperti kabar baik.
Saya membayangkan seorang ibu di pelosok desa yang tidak lagi terlalu khawatir ketika anaknya berangkat sekolah.
Saya membayangkan seorang ayah yang penghasilannya pas-pasan bisa sedikit bernapas lega karena negara ikut membantu memenuhi kebutuhan gizi anaknya.
Saya membayangkan program ini menjadi wajah negara yang paling manusiawi. Bukan negara yang hadir melalui baliho. Bukan negara yang hadir melalui pidato. Tetapi negara yang hadir melalui sepiring makanan.
Namun semakin hari, saya mulai memahami satu hal. Niat baik ternyata tidak cukup. Karena niat baik yang dikelola oleh sistem yang buruk sering kali berubah menjadi masalah yang jauh lebih besar.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 Selanjutnya









