Pertanyaan itu bukan fitnah. Justru pertanyaan itulah yang menjaga demokrasi tetap sehat. Karena yang sedang dipertaruhkan bukan reputasi seseorang.
Yang sedang dipertaruhkan adalah uang rakyat dan Gizi anak.
Saya sering heran melihat pejabat yang begitu takut pada kritik. Padahal kritik adalah alarm. Yang seharusnya ditakuti justru ketika tidak ada lagi yang mau mengkritik.
Karena saat rakyat diam, bisa jadi mereka sudah putus harapan. Rakyat sebenarnya tidak menuntut kesempurnaan. Mereka paham bahwa mengurus negara tidak semudah mengurus warung kopi.
Mereka paham bahwa program besar pasti memiliki masalah. Tetapi rakyat ingin kejujuran. Kalau program belum berhasil, katakan belum berhasil.
Kalau ada kesalahan, akui kesalahan. Kalau ada mafia, bongkar mafianya. Kalau ada koruptor, tangkap koruptornya. Sesederhana itu.
Jangan setiap masalah dijawab dengan ancaman. Jangan setiap kritik dijawab dengan narasi. Jangan setiap kegagalan ditutupi dengan konferensi pers dan pengalihan isu.
Karena rakyat hari ini mungkin tidak punya kekuasaan. Tetapi rakyat memiliki ingatan. Dan kepada siapa pun yang terlibat dalam penyimpangan program ini, saya ingin menitipkan satu pertanyaan sederhana.
Ketika Anda menandatangani proyek BGN.
Ketika Anda menghitung keuntungan.
Ketika Anda membagi komisi.
Pernahkah Anda membayangkan ada anak kecil yang sedang menunggu makanan itu di sekolah?
Pernahkah Anda membayangkan ada ibu yang berdoa agar program itu benar-benar membantu anaknya tumbuh sehat?
Pernahkah Anda membayangkan bahwa uang yang Anda mainkan itu berasal dari keringat petani, nelayan, guru, buruh, dan pedagang kecil?
Halaman : 1 2 3 4 5 6 Selanjutnya









