Jika pernah membayangkannya, lalu tetap melakukannya, maka persoalannya bukan lagi soal hukum.
Persoalannya ada di hati. Karena mencuri uang negara memang kejahatan. Tetapi mengambil hak anak-anak yang seharusnya mendapatkan masa depan yang lebih baik adalah bentuk pengkhianatan yang jauh lebih gelap.
Dan sejarah selalu mencatat satu hal: Rakyat mungkin bisa memaafkan pejabat yang gagal. Tetapi rakyat tidak pernah benar-benar memaafkan pejabat yang mengkhianati harapan.
Maka sebelum terlalu sibuk menjadi malaikat di depan kamera, pastikan dahulu bahwa jubah yang dikenakan tidak menyimpan bayangan gelap di belakangnya.
Sebab pada akhirnya, yang akan diingat rakyat bukanlah pidato, bukan pula air mata.
Melainkan keberanian untuk jujur ketika kekuasaan sedang menggoda untuk berbohong.









